INDONESIA MENANAM, MALAYSIA MEMANEN

Sesuai dengan judulnya tulisan ini membahas tentang program kerja pemerintah Indonesia yaitu, program menanam sejuta pohon. Namun,hal tersebut tetap saja membuat hutan di negara kita terus berkurang yang di akibatkan oleh kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang hanya mementingkan keuntungan belaka.
Seperti yang telah terjadi beberapa waktu yang lalu kita dapat menyaksikan bagaimana hutan di Kalimantan sudah sekian gundulnya karena penebangan secara liar yang dilakukan oleh oran-orang tersebut. Sekian banyak pohon yang telah di tebang siap untuk di kirim untuk di olah.
Di belakang orang-orang tersebut adalah negara tetangga kita yang mereka elu-elukan kedua negara sebagai negera serumpun, Malaysia. Dengan membayar masyarakat disekitar hutan untuk menebang pohon yang sebenarnya dilarang oleh negara. Pelaku-pelaku tersebut sangatlah tidak memikirkan kerugian yang akan di alami oleh negara kita sendiri, bahkan (mungkin) akibat yang akan diterima oleh masyarakat di derah sekitar hutan. Seperti banjir, longsor dan akibat-akibat yang lainnya.
Faktor-faktor lain yang menyebabkan hal ini dapat berlangsung yaitu, kurangnya aparat (polisi hutan) untuk mengawasi kegiatan pencurian hutan tesebut serta kurangnya kesadaran masyarakat sekitar untuk mengawasi kegiatan tersebut yang disebabkan masyarakat setempat hanya menginginkan keuntungan semata.
Dengan kegiatan ini negara Malaysia sangat menikmati keuntungannya. Mereka dapat mengolah kayu hasil curian tanpa mengurangi kerusakan alam hutan di negara mereka. Mereka mengolah hasil kayu sedemikian rupa dengan apa yang telah ada dipasar agar para konsumen mempercayai bahwa yang mereka beli adalah hasil olahan dari Malaysia. Dengan begitu betapa mudahnya Malaysia mendapatkan keuntungan dari kegiatan tersebut.
Sedangkan untuk produsen lokal hanya mampu mendapatkan keuntungan yang sangat sedikit karena saingan barang dari olahan kayu yang dicuri lalu di jual kembali dengan harga yang bersaing dan kualitas yang lebih baik.

0 komentar:

Poskan Komentar