Hukum Dagang

Perdagangan atau perniagaan pada umumnya adalah pekerjaan membeli barang dari suatu tempat dan suatu waktu dan menjual barang tersebut di tempat dan waktu lainnnya untuk memperoleh keuntungan. Pemberian perantaraan kepada produsen dan konsumen itu meliputi aneka macam pekerjaan,misalnya :
a. Pekerjaan orang-perantara sebagai makelar, komisioner, pedagang keliling dan sebagainya.
b. Pembentukan badan-badan usaha (asosiasi), misalnya Perseroan Terbatas (P.T), Perseroan Firma (Fa),Perseroan Komanditer dan sebagainya guna memajukan perdagangan.
c. Pengangkutan untuk kepentingan lalu-lintas niaga baik di darat, di laut maupun di udara.
d. Pertanggungan (asuransi) yang berhubungan dengan pengangkutan, supaya si pedagang dapat menutup resiko pengangkutan dengan asuransi.
e. Perantaraan bankir untuk membelanjai perdagangan.
f. Mempergunakan surat perniagaan (wesel, cek, aksep) untuk melakukan pembayaran dengan cara yang mudah dan untuk memperoleh kredit.
Pada zaman dahulu saat kehidupan masih primitif dan tradisional, bentuk perdagangan yang ada ialah “Dagang-Tukar”. Jika seseorang ingin memiliki sesuatu yang tak dapat dibuatnya sendiri, maka ia akan berusaha memperolehnya dengan cara bertukar. Caranya adalah dengan menukar barang yang tidak perlu milik pribadinya dengan barang milik orang lain yang dia perlukan. Kesulitan-kesulitan dalam tukar dagang ini adalah :
a. Orang yang satunya harus memiliki barang yang diminta oleh orang yang lainnya dan nilai pertukarannya kira-kira harus sama. Hal ini berarti, bahwa seorang penjahit, yang hanya mempunyai baju saja, pasti akan mati kelaparan, sebelum ia dapat menemukan orang yang mempunyai beras dan yang ingin ditukarkannya dengan beras.
b. Barang yang akan dipertukarkan harus dapat dibagi-bagi. Kesulitan yang timbul adalah apabila dua ekor ayam dapat ditukarkan (nilainya sama) dengan sebuah celana, maka amat sulitlah untuk dipertukarkan seekor ayam dengan setengah celana.
Semakin banyak kebutuhan manusia, semakin banyak pula kesulitan yang ada apabila menggunakan cara dagang tukar tersebut. Oleh karena itu dengan segera orang memakai beberapa benda untuk membandingkan nilai segala barang dengan nilai beberapa benda tertentu. Di samping itu benda tersebut harus disukai oleh umum. Benda-benda yang khusus dipergunakan untuk ditukarkan dengan barang-barang yang diperlukan disebut dengan alat tukar. Pada saat itu alat tukarnya berupa garam, kulit kerang, potongan logam dan semacamnya. Saat ini alat tukar yang digunakan adalah uang.
Pada pokoknya perdagangan mempunyai tugas untuk :
a. Membawa / memindahkan barang-barang dari tempat-tempat yang berkelebihan (surplus) ke tempat-tempat yang kekurangan (minus).
b. Memindahkan barang-barang dari produsen ke konsumen.
c. Menimbun dan menyimpan barang-barang itu dalam masa yang berkelebihan sampai mengancam bahaya kekurangan.
Orang membagi jenis perdagangan itu :
1) Menurut pekerjaan yang dilakukan pedagang :
a. Perdagangan mengumpulkan (produsen-tengkulak-pedagang besar-eksportir).
b. Perdagangan menyebarkan (importir-pedagang besar-pedagang menengah-konsumen).
2) Menurut jenis barang yang diperdagangkan :
Perdagangan barang (yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan jasmani manusia, misal hasil pertanian, pertambangan, pabrik).
Perdagangan buku, musik, kesenian.
Perdagangan uang dan kertas-kertas berharga (bursa efek).
3) Menurut daerah, tempat perdagangan dijalankan :
a. Perdagangan dalam negeri.
b. Perdagangan luar negeri (perdagangan internasional), yang meliputi perdagangan ekspor dan perdagangan impor.
c. Perdagangan meneruskan (perdagangan transito).
Selain perdagangan, terdapat pula perniagaan (handelszaak). Usaha perniagaan adalah segala usaha kegiatan baik aktif maupun pasif, termasuk juga segala sesuatu yang menjadi perlengkapan perusahaan tertentu, yang kesemuanya itu dimaksud untuk memperoleh keuntungan.
Adapun usaha-usaha perniagaan itu meliputi :
1) Benda-benda yang dapat diraba, dilihat serta hak-hak seperti :
a. Gedung / kantor perusahaan.
b. Perlengkapan kantor, misal mesin hitung / tulis dan alat-alat lainnya.
c. Gudang beserta barang-barang yang disimpan di dalamnya.
d. Penagihan-penagihan.
e. Utang-utang.
2) Para langganan.
3) Rahasia-rahasia perusahaan.
Selain itu, ternyata kekayaan usaha perniagaan tidak terpisahkan dari kekayaan pribadi. Hal ini seperti yang diungkapkan M. Polak dan W.L.P.A.Molengraaff. Pendapat tersebut didasarkan pada pasal 1131 dan 1132 KUHS. Menurut pasal 1131 KUHS : “Seluruh harta kekayaan baik harta bergerak dan harta tetap dari seorang debitur (si-berutang), baik yang telah ada maupun yang masih akan diperoleh, merupakan tanggungan bagi perikatan-perikatannya pribadi”. Sedangkan menurut pasal 1132 KUHS, “barang-barang itu merupakan tanggungan bersama bagi semua kreditur-krediturnya (si-berpiutang)”.
Selain berdasarkan asas dari pasal 1131 dan 1132 KUHS, menurut Prof. Sukardono juga hal itu sesuai dengan pasal 6 ayat (1) KUHD tentang keharusan pembukuan yang di bebankan kepada setiap pengusaha yakni keharusan mengadakan catatan-catatan mengenai keadaan kekayaan si-pengusaha, baik kekayaan perusahaannya maupun kekayaan pribadinya. Dengan demikian sistem peraturan perundang-undangan Negara kita yang sekarang masih berlaku pada umumnya tidak memperkenankan memisahkan kekayaan perusahaan dari kekayaan pribadi pengusaha, karena untuk pertanggunganjawaban pihak pengusaha terhadap pihak-pihak ketiga (para krediturnya).
Ada pula pendapat yang menganggap keseluruhan yang termasuk dalam perusahaan, baik subjek-subjek seperti para langganan maupun objek-objeknya sebagai satu kesatuan. Dengan demikian kesatuan ini akan lebih tinggi nilainya daripada tiap-tiap bagian dari usaha perniagaan tersebut apabila hanya berdiri sendiri-sendiri (C.S.T. Kansil, 1985 : 1-5)
Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa hukum dagang adalah hukum yang mengatur tingkah laku manusia yang turut melakukan perdagangan dalam usahanya memperoleh keuntungan. Dapat juga dikatakan, hukum dagang adalah hukum yang mengatur hubungan hukum antara manusia-manusia dan badan-badan hukum satu sama lainnya, dalam lapangan perdagangan (C.S.T. Kansil, 1985 : 7). Pengertian lain, hukum dagang adalah hukum perikatan yang timbul khusus dari lapangan perusahaan (H.M.N. Purwosutjipto, 1987 : 5).

BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang

1. Dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan secara maksimal maka diperlukan proses pemelajaran yang kondusif dengan melibatkan semua komponen pemelajaran secara optimal. Salah satu komponen penting yang menjadikan proses pemelajaran menjadi lancar dan kondusif adalah ruang kelas.

2. Ruang kelas sebagai tempat rombongan belajar melakukan aktivitas pemelajaran memiliki peranan yang strategis dalam rangka menciptakan suasana dan rasa belajar bagi para siswa. Keberadaannya membawa dampak yang lebih luas seperti, rasa aman, rasa memiliki, ketenangan dan hal-hal positif lainnya.

3. SMK Prajnaparamita Malang sebagai salah satu sekolah menengah kejuruan di kota Malang juga merasakan betapa pentingnya keberadaan ruang kelas sebagai salah satu unsur penentu keberhasilan proses pemelajaran. Sekolah yang memiliki siswa 420 orang yang terbagi dalam 12 kelas (rombongan belajar) ini saat ini memiliki 10 ruang kelas, sehingga idealnya masih membutuhkan 2 ruang kelas lagi dan 1 ruang praktik.
4. Dari 10 ruang kelas yang ada 2 kelas dan 1 ruang praktik diantaranya
tidak layak pakai karena kondisi bangunan yang rusak.

5. Bertolak dari pemikiran di atas maka SMK Prajnaparamita Malang menganggap bahwa pembangunan ruang kelas baru di SMK Prajnaparamita Malang adalah hal yang sangat penting dan mendesak untuk diwujudkan.
Untuk itulah kami mengajukanPROPOSAL
IMBAL SWADAYA REHABILITASI PENINGKATAN AKSES SMK
PRAJNAPARAMITA MALAN



B.Visi dan Misi

Visi

Menjadi Pusat Diklat Sertifikasi (Centre of Training and Certification) yang unggul dalam mewujudkan lulusan yang Profesional, Adaptabel, Responsif dan IMTAQ.
M isi

Untuk mencapai msi tersebut di atas maka misi yang telah ditetapkan dan hendak dituju oleh SMK Prajnaparamita Malang adalah :
•Mengembangkan
Keunggulan
melalui

Keprigelan, Ketelatenan dan Kebersihan dengan mengedepankan Kemandirian dan Kreatifitas serta menumbuhkan rasa Kejujuran dan Kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
•Meningkatkan pemahaman warga sekolah pelaksanaan kurikulum
SMK KTSP
•Meningkatkan kompetensi guru sesuai dengan bidang tugasnya
•Meningkatkan Sekolah Dengan Sarana Yang Memadai



C. Tujuan dan Sasaran

Pembangunan ruang kelas baru di SMK Prajnaparamita Malang bertujuan:
a. Memberikan tempat belajar siswa dengan segala perlengkapannya.
b. Menghindari mobilitas siswa pada saat jam efektif sehingga waktu yang tersedia dapat digunakan untuk belajar secara optimal.
c. Agar pelaksanaan praktik sesuai dengan tingkat kemampuan siswa tanpa adanya alasan keterbatasan tempat di sekolah.
Adapun sasaran kegiatan ini adalah :
a. Rehabilitasi 2 ruang kelas.
b. Membenahi penampilan ruang kelas yang direhab



BAB II
PROGRAM REHABILITASI PRASARANA

A. Tahap perencanaan
a. Melakukan pendataan kondisi bangunan
b. Membuat gambar sesuai kebutuhan rencana rehabilitasi terdiri dari:

Tata letak bangunan

Denah, tampak, potongan

Instalasi listrik penerangan

Instalasi air bersih dan air kotor

Gambar detail meliputi antara lain : kolom, atap, kosen, dan
kuda-kuda dll.
c. Menyusun analisis kebutuhan bahan dengan jenis dan kwalitas sesuai dengan kondisi setempat, analisa harga satuan dan tenaga kerja;
d. Membuat RAB pekerjaan rehabilitasi sekolah;
e. Membuat rencana waktu pelaksanaan pekerjaan;
f. Menyusun rencana kebutuhan tenaga kerja.
B. Tahap pelaksanaan
a.Mengarahkan dan membimbing secara periodik kepada pelaksana selama
pekerjaan berlangsung.
b.Memeriksa dan membuat laporan kemajuan pekerjaan terhadap hasil
pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi yang dilakukan oleh pelaksana.
c.Memantau dan membuat laporan harian, mingguan dan bulanan pelaksnaan
pekerjaan kepada tim rehabilitasi.
d.Membuat foto perkembangan fisik pekerjaan rehabilitasi yang menunjukan
kondisi awal (0%), menengah (50%) dan akhir (100%)



C. Objek Rehabilitasi
Objek rehabilitasi adalah dua buah ruang kelas sesuai
dengan analisis tingkat kerusakan bangunan terlampir.


BAB III
PENDANAAN

A. Rencana Pembiayaan Ruang Kelas Baru secara Keseluruhan
Dana yang dibutuhkan untuk pembangunan ruang kelas baru secara keseluruhan adalah sebesar Rp 350.000.000,00 (Tiga ratus juta ribu rupiah) dengan rincian anggaran biaya terlampir.

B. Pembiayaan yang Dibebankan kepada Pemerintah Tahun 2007
Pada tahun 2007 pembiayaan yang dibebankan kepada pemerintah sebesar
Rp 280.000.000,00 (Dua ratus delapan puluh juta rupiah)

Investasi Asing Capai US$ 3,45 Miliar Hingga Juni 2010Investasi Asing Capai US$ 3,45 Miliar Hingga Juni 2010

Suhendra - detikFinance

Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat hingga Januari-Juni 2010 minat investasi atau pendaftaran investasi penanaman modal asing (PMA) mencapai US$ 3,450 miliar dengan jumlah proyek 885 proyek.

Sementara untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencakup 34 proyek yang sudah mendaftar dengan nilai investasi Rp 2,4 triliun.

BKPM juga mencatat investor yang sudah mengantongi izin prinsip untuk PMA sebanyak 142 proyek senilai US$ 5,176 miliar dan PMDN sebanyak 103 proyek dengan investasi Rp 21,2 triliun. Sementara untuk izin prinsip perubahan untuk PMA tercatat 125 proyek dan PMDN 35 proyek.

Sementara untuk surat pencatatan perubahan atas perusahaan PMA maupun PMDN 282 proyek dan izin KPPA 16 proyek.

"Untuk izin usaha PMA sebanyak 359 proyek dengan nilai investasi US$ 3,977 miliar dan PMDN sebanyak 64 proyek dengan nilai investasi Rp 8,083 triliun," imbuh Wakil Ketua BKPM Yus'an dalam acara raker dengan Komisi VI DPR-RI, Senin (7/6/2010).

Pada periode yang sama, BKPM telah menerbitkan sejumlah angka pengenal importir produsen (API-P) yaitu untuk PMA 425 proyek dan PMDN 187 proyek. Mengenai perubahan izin usaha, BKPM telah memberikan perubahan izin usaha terhadap PMA 292 proyek dan PMDN 15 proyek.

Untuk persetujuan pabeanan untuk pengimporan mesin dari investor PMA sebanyak 68 proyek dengan nilai impor US$ 1,273 miliar dan PMDN sebanyak 71 proyek dengan nilai US$ 1,274 miliar.

Dibidang surat persetujuan pebeanan untuk pengimporan bahan baku PMA sebanyak 19 proyek dengan nilai impor US$1,944 miliar dan PMDN sebanyak 25 proyek dengan nilai impor US$ 1,203 miliar.

Belum Setahun, Alokasi Dana untuk DPR Capai Rp 10 T

Jakarta - Ada banyak alasan mengapa keinginan DPR mendapat dana aspirasi sebesar Rp 15 miliar wajib ditolak. Salah satunya adalah soal fungsi DPR sebagai badan legislasi.

Sebagai badan pembuat UU, banyak RUU yang justru mandek di tengah jalan. Fungsi legislasi ini saja sudah gagal dilaksanakan dengan sempurna oleh DPR.

"Mestinya mereka (DPR) fokus dengan tugas legislasi," kata Direktur Eksekutif TII, Todung Mulya Lubis dalam jumpa pers di kantornya, Jl Senayan Bawah, Jaksel, Senin (7/6/2010).

Selain itu, dana yang jika ditotal untuk 560 anggota DPR mencapai Rp 8,4 triliun itu juga dianggap melanggar sejumlah aturan. Mulai dari UU No 17 Tahun 2003, UU No 1 Tahun 2004, UU No 32 Tahun 2004, UU NO 15 Tahun 2004, UU No 33 Tahun 2004, hingga UU No 27 Tahun 2009.

"Keenam UU itu menegaskan bahwa lembaga legislatif adalah pengguna anggaran dan bukan pengelola keuangan negara," papar Todung.

Menurut Todung, seharusnya anggota Dewan berusaha sendiri memenuhi aspirasi konstituennya. Jangan justru membebankan lagi kepada negara.

"Yang bisa dilakukan DPR adalah menuntut pemerintah daerah untuk melakukan pembangunan di wilayah dapilnya," jelas Todung.

Menurut TII, belum setahun DPR menjabat, sudah menghabiskan Rp 10,06 triliun uang APBN. Uang sebesar itu dengan catatan dana aspirasi jadi dikeluarkan. Kurun waktu yang digunakan sejak September 2009-Juni 2010.

Untuk pelantikan DPR, negara sudah mengeluarkan uang Rp 28,5 miliar. Renovasi rumah jabatan anggota Dewan di DPR menghabiskan Rp 300 miliar.

Belum lagi jatah tinggal sementara anggota Dewan hingga rumahnya selesai yang mencapai Rp 84 miliar. Ada juga pengadaan komputer 687 unit sebesar Rp 11,03 miliar.

Bantuan untuk parpol sebesar Rp 8,6 miliar. Gaji dan tunjangan DPR, belum termasuk gaji ke-13 serta fasilitas penunjang lainnya, mencapai Rp 31,024 miliar.

DPR sendiri juga sudah merencanakan renovasi gedung mereka yang katanya miring sebesar Rp 1,2 triliun. Dan yang paling baru, dana aspirasi yang jika ditotal mencapai Rp 8,4 triliun.

Ingin Saingi Kehandalan Listrik Singapura, TDL Harus Dinaikkan

Suhendra - detikFinance

Jakarta - PT PLN (Persero) mengungkapkan untuk bisa menyamai tingkat kehandalan listrik (tak byar pet) seperti negara-negara tetangga Malaysia dan Singapura yang memiliki kapasitas listrik terpakai dan cadangannya aman maka diperlukan tarif dasar listrik (TDL) 20% di atas biaya produksi.

Sementara saat ini kapasitas listrik di Indonesia justru defisit dengan tarif listrik jauh di bawah biaya produksi listrik.

"Kalau seandainya seluruh Indonesia tidak padam, itu kita hanya punya kapasitas pas-pasan. Kalau ada perusahaan listrik yang sehat mesti punya cadangan, misalnya Singapura antara yang nyala dengan siap-siap kapasitasnya sama," jelas Direktur Keuangan PLN Setio Anggoro Dewo dalam pemaparannya di Hotel Santika, Jakarta, Senin (7/6/2010).

PLN mengklaim TDL saat ini harga jualnya mencapai (rata-rata) Rp 657 per kwh, sedangkan biaya produksi PLN mencapai Rp 1.200 per kwh, artinya ada selisih harga yang menjadi subsidi sebesar Rp 543 per kwh.

Dikatakannya tarif 20% di atas biaya produksi bukan hanya menciptakan kehandalan bagi PLN, namun sebagai perusahaan tentunya akan memperkuat kondisi keuangan perseroan. Menurutnya beberapa pun subsidi listrik yang diberikan pemerintah hanya untuk memenuhi operasionalnya PLN saja.

"Selama kita bicara subsidi, kita tidak bisa bicara untuk tumbuh," tegas Dewo.

Ditegaskannya selama harga jual listrik masih lebih rendah dari biaya produksi maka tak ada keuntungan bagi PLN sebagai sebuah perusahaan. Justru yang untung adalah pemerintah karena subsidinya akan rendah (APBN) alias berkurang.

Selama ini kata dia, langkah investasi PLN tidak menggunakan dana subsidi namun pakai dana lain termasuk pinjaman seperti obligasi. Sementara subsidi murni hanya untuk biaya operasional PLN.

Padahal dalam waktu 5 tahun ke depan investasi kelistrikan mencapai 30.000 MW, atau setiap tahunnya butuh daya listrik 6.000 MW atau capex yang diperlukan per tahunnya sebesar US$ 6 miliar.

"PLN kalau ngandalin subsidi, bisnisnya nggak akan tumbuh," ucapnya.

Menkeu Tetapkan Bea Masuk Anti Dumping Impor Kertas

Wahyu Daniel - detikFinance

Jakarta - Menteri Keuangan Agus Martowardojo menetapkan pengenaan Bea Masuk (BM) Anti Dumping terhadap impor kertas dan kertas cetak tak berlapis (Uncoated and Printing Paper) yang berasal dari Finlandia, India, Republik Korea, dan Malaysia.

Demikian disampaikan oleh Kepala Biro Humas Kemenkeu Harry Z. Soeratin dalam siaran pers, Senin (7/6/2010).

"Aturan ini ditetapkan melalui Peraturan Menkeu No.26/PMK.011/2011. Kebijakan ini berlaku selama 12 bulan sejak 1 Februari 2010," jelasnya.

Dalam aturan tersebut, yang dimaksud dengan uncoated paper and writing paper meliputi kertas cetak, tulis atau fotocopy lannya, dan kertas dari jenis yang digunakan untuk keperluan grafik, yang termasuk dalam pos tarif 4802.55.90.00; 4802.56.90.00; dan 4802.57.00.00.

Besarnya BM Anti Dumping yang ditetapkan dalam Peraturan Menkeu tersebut adalah sebagai berikut:

1. Finlandia: Produsen/Eksportir UPM Kymmene Group (22,44%) dan produsen/eksportir lainnya (60,40%)
2. Untuk semua Produsen/Eksportir dari Republik Korea sebesar 59,64%
3. India: Produsen/Eksportir Tamil Nadu Newsprint and Papers Ltd. (7,41 %), Seshasayee Paper and Board Ltd. (6,19%), dan produsen/eksportir lainnya (40,13%)
4. Malaysia: Produsen/Eksportir Sabah Forest Industries SDN BHD (6;20%) sedangkan produsen/eksportir lainnya (24,33%).

Pemerintah Putuskan Dana Aspirasi Rp 15 Miliar Sebelum DPR Reses

Herdaru Purnomo - detikFinance

Jakarta - Pemerintah memastikan akan menyelesaikan pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2011 terkait dana aspirasi Rp 15 miliar sebelum reses.

Sehingga nantinya dapat dipastikan apakah pemerintah akan memasukkan dana aspirasi untuk setiap daerah pemilihan (Dapil) ke dalam APBN 2011 atau tidak.

Demikian disampaikan oleh Menteri Keuangan Agus Martowardojo usai Rapat Kerja dengan Panja Perpajakan Komisi XI di Gedung DPR-RI, Jakarta, Senin (7/6/2010).

"Dana aspirasi itu kan sudah disampaikan oleh pemerintah dalam sidang paripurna namun pandangan tersebut belum final. Kita akan bicarakan di rapat Panja dan diskusi dalam 2 minggu ini sebelum reses 18 Juni 2010 sudah bisa diketahui hasilnya," ujar Agus.

Jadi, lanjut Agus, setelah Panja tersebut nantinya akan disepakati antara pemerintah dengan DPR terkait dana aspirasi tersebut.

Namun, lebih lanjut Agus enggan menanggapi tanggapan Menteri Perekonomian Hatta Rajasa yang menolak dana tersebut. "Saya tidak akan komentar, namun anda semua pasti mengetahui indikasinya ke mana melalui tanggapan pemerintah kemarin," jelasnya.

Agus Marto: PHS Rugikan Negara Rp 198 Miliar

Herdaru Purnomo - detikFinance

Jakarta - Menteri Keuangan Agus Martowardojo akhirnya menegaskan kerugian pemerintah akibat kasus faktur pajak palsu PT Permata Hijau Sawit (PHS) adalah sebesar Rp 198 miliar.

Dana tersebut telah diterima PHS dari restitusi pajak secara tidak sah.

"Jadi ditegaskan disini PHS itu ambil restitusi pajak dan menerima Rp 198 miliar diterima dengan tidak sah," ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo dalam Rapat Kerja dengan Panja Perpajakan Komisi XI di Gedung DPR-RI, Jakarta, Senin (07/06/2010).

Hal tersebut ditegaskan Agus perihal kesimpangsiuran data dan angka kerugian yang ditimbulkan akibat faktur pajak palsu tersebut. Sebelumya, Ketua Panja Perpajakan Komisi XI DPR Melchias Markus Mekeng meminta Agus secara tegas untuk memberitahukan data mana yang layak dipakai karena terdapat banyak data.

"Ini supaya meyakinkan seluruh Anggota Dewan dan Publik," tutur Agus.

Agus juga meminta dukungan kepada DPR agar pemerintah bisa terus menyelesaikan proses hukum PT PHS dan tetap menggunakan asas praduga tidak bersalah.

"Namun, saya yakin Rp 198 miliar atas faktur palsu itu telah dinikmati PHS. Untuk itu kita akan bekerjasama dengan instansi lain untuk meminta dukungan politik," paparnya.

Di tempat yang sama, Melchias mengatakan pihaknya akan segera bertemu dengan Jaksa Agung untuk minta gelar perkara kasus PHS. "Data sudah cukup untuk di P-21 kan maka ya dinaikkan ke gelar perkara, kalau tidak cukup ya dihentikan," ujar Melchias.

Contoh Proposal

PENDAHULUAN


Latar Belakang
Universitas Indonesia bercita-cita menjadi Universitas riset kelas dunia. Untuk mewujudkan universitas riset diantaranya diperlukan kegiatan untuk meningkatkan jumlah dan kualitas penelitian. Harian The Times Inggris menampilkan hasil survei peringkat perguruan tinggi (PT) terkemuka, dari data tahun 2006 dan 2007 tiga besar dunia diduduki Harvard University (AS), University of Cambridge (Inggris) dan University of Oxford (Inggris). Universitas Indonesia termasuk dalam 500 besar, dimana peringkat UI pada tahun 2006 (ke-250) yang disusul setelahnya adalah ITB (ke-258) dan UGM (ke-270). Sedangkan pada tahun 2007 peringkat UI mengalami penurunan (peringkat ke-395), dibawah UGM (ke-360) dan ITB (ke-369). Parameter yang dinilai diantaranya adalah jumlah dan kualitas penelitian, kualitas pendidikan, kualitas dosen/peneliti, jumlah dan kualitas mahasiswa.

Usaha untuk mewujudkan UI menjadi universitas kelas dunia memang tidak mudah. Kelemahan utama lebih disebabkan oleh motivasi dosen untuk meneliti hanya dikaitkan dengan usaha kenaikan pangkat kepegawaian. Sivitas akademika Universitas Indonesia merupakan sumber daya yang dituntut untuk memiliki kemampuan yang lebih dari masyarakat biasa karena kapasitasnya yang lebih intens berinteraksi dengan ilmu pengetahuan. Hal tersebut sudah sepatutnya mampu mengaktualisasikan kompetensinya bukan sekedar kegiatan penelitian, tetapi mampu untuk menulis hasil penelitian tersebut dalam media publikasi baik yang bertaraf nasional, regional, maupun internasional. Yang pada akhirnya dapat berkontribusi positif bagi permasalahan dan kesejahteraan bangsa.

Road map penelitian UI sampai dengan tahun 2012 bersifat lintas dan multidisiplin dengan tema utama “perkotaan” (urban) yang berfokus pada bidang unggulan mutakhir atau yang berada digaris terdepan untuk pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, budaya dan seni, seperti : Nano Science and Technology, Genome Technology, Information and Communication Technology, Policy Studies dan Indigenous Studies. Dengan adanya acuan kebijakan umum tentang arah pengembangan UI 2007-2012, maka UI melakukan penelitian terapan bersifat inter disiplin atau rumpun ilmu (Kesehatan, Sains-Teknologi, Sosial-Humaniora) yang diarahkan bagi penyelesaian peningkatan kualitas hidup dan peri- kehidupan masyarakat serta pengentasan kemiskinan. UI dalam visinya menjadi universitas riset harus mampu mendorong universitas menjadi sebuah entitas penghasil pengetahuan baru dengan memberikan prioritas yang tinggi pada penelitian.

Untuk menuju peringkat UI yang lebih baik dalam level internasional, diantaranya diperlukan jumlah dan mutu penelitian ilmiah yang dipublikasikan secara internasional oleh dosen ataupun peneliti UI. Untuk hal tersebut diperlukan peningkatan pengetahuan untuk menulis artikel ilmiah internasional, melalui pelatihan penulisan artikel untuk jurnal internasional. Dalam hal ini, Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) UI bekerjasama dengan unit riset dan pengabdian masyarakat fakultas atau program pasca sarjana di lingkungan Universitas Indonesia melaksanakan pelatihan penulisan artikel untuk jurnal internasional secara terpusat bagi para staf pengajar/dosen/peneliti di Universitas Indonesia, melalui dana isian pelaksanaan anggaran (DIPA-tahun 2008) Dikti. Kegiatan yang dilakukan dikelompokkan dalam tiga rumpun ilmu yaitu Kesehatan, Sains-Teknologi, dan Sosial-Humaniora.

Maksud dan Tujuan

Dalam rangka mengorganisasi kegiatan pelatihan penulisan artikel ilmiah yang ada di lingkungan Universitas Indonesia, maka DRPM UI mencoba untuk menyatukan kegiatan Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah untuk Jurnal Internasional secara terpusat dalam rumpun keilmuwan. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah :
1. Memberikan pengetahuan bagi para peneliti yang belum berpengalaman dalam menulis artikel ilmiah di jurnal internasional, khususnya bagi dosen/peneliti muda
2. Mengembangkan pengetahuan dan meningkatkan kualitas penulisan artikel ilmiah
bagi para dosen/peneliti
3. Menjalin hubungan yang erat antara para peneliti di masing-masing rumpun bidang
penelitian
4. Mendorong dan meningkatkan jumlah publikasi hasil riset para dosen/peneliti.






Ruang Lingkup

Ruang lingkup Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah untuk Jurnal Internasional ini meliputi Dasar-dasar penulisan karya tulis ilmiah (untuk rumpun ilmu Kesehatan, ilmu Sains-Teknologi, dan ilmu Sosial-Humaniora); Hal-hal yang perlu dan tidak perlu dilakukan dalam penulisan karya tulis ilmiah; Penulisan artikel ilmiah dalam bahasa inggris yang baik dan benar (untuk rumpun ilmu Kesehatan, Sains-Teknologi, dan Sosial-Humaniora); Kiat penyampaian artikel ilmiah ke jurnal internasional; Pengalaman Penulisan Artikel Ilmiah Jurnal Internasional (untuk rumpun ilmu Kesehatan, Sains-Teknologi, dan Sosial-Humaniora); dan Penyusunan dan perbaikan proposal artikel ilmiah oleh masing-masing peserta yang akan dikirim ke jurnal internasional (untuk rumpun ilmu Kesehatan, Sains-Teknologi, dan Sosial-Humaniora).

Metode Penelitian

Metode pelatihan penulisan artikel ilmiah ini meliputi : ceramah, praktik penulisan artikel ilmiah, dan diskusi oleh para ahli di semua rumpun ilmu.

Kategori Pelatihan

Kategori pelatihan yang dilaksanakan oleh DRPM UI terdiri atas :
1. Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah untuk Jurnal Internasional di rumpun ilmu Kesehatan yang terdiri dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keperawatan, dan Program Pascasarjana.
2. Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah untuk Jurnal Internasional di rumpun ilmu Sains dan Teknologi yang terdiri dari Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Teknik, dan Program Pascasarjana.
3. Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah untuk Jurnal Internasional di rumpun ilmu Sosial-Humaniora yang terdiri dari Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Hukum, Fakultas Psikologi, Program Pascasarjana dan Fakultas Ilmu Budaya.






KEGIATAN PELATIHAN


Sasaran Pelatihan

Sasaran pelatihan ini adalah para staf pengajar/dosen/peneliti yang ada di Universitas
Indonesia.

Materi Pelatihan, Pembicara, dan Fasilitator

No. Materi Pembicara dan Fasilitator
a. Dasar-dasar penulisan karya tulis ilmiah (untuk rumpun ilmu Kesehatan, Sains-Teknologi, dan Sosial-Humaniora) Abdul Fatah Lauder, M.A

b. Hal-hal yang perlu dan tidak perlu dilakukan dalam penulisan artikel ilmiah (untuk rumpun ilmu Kesehatan, Sains-Teknologi, dan Sosial-Humaniora) Abdul Fatah Lauder
c. Penulisan artikel ilmiah dalam bahasa inggris yang baik dan benar (untuk rumpun ilmu Kesehatan, Sains-Teknologi, dan Sosial-Humaniora) Abdul Fatah Lauder
d. Kiat penyampaian artikel ilmiah ke jurnal internasional (Elsevier_iGroup)
(untuk rumpun ilmu Kesehatan, Sains-Teknologi, dan Sosial-Humaniora) Helwis Tjhai

e. Pengalaman Penulisan Artikel Ilmiah Jurnal Internasional (untuk rumpun ilmu Kesehatan, Sains-Teknologi, dan Sosial-Humaniora) 1. Prof. Jeanne A. Pawitan, Ph. D
2. Dr. Terry Mart
3. Bantarto Bandoro, SH., MA
f. Penyusunan dan perbaikan proposal artikel ilmiah oleh masing-masing peserta yang akan dikirim ke jurnal internasional (untuk rumpun ilmu Kesehatan, Sains-Teknologi, dan Sosial-Humaniora)
Fasilitator Rumpun Ilmu Kesehatan
1. Prof. Jeanne A. Pawitan, Ph. D
2. Prof. Dr. Budi Utomo, MPH, Ph.D
3. Dr. Budi Haryanto, SKM, MKM, MSc
4. dr Isnani Azizah Salim Suryono MS
5. Prof. dr Saleha Sungkar DAP&E, MS, SpParK
Fasilitator Rumpun Ilmu Sains-Teknologi
1. Dr. Terry Mart
2. Prof. Drs. Benyamin Kusumoputro, M.Eng, Dr.Eng
3. Ir. Wahidin Wahab, MS.c, Ph.D
4. Dr. Ir. Bondan Tiara Sofyan, M.Si
5. Dr. Dwi Susilaningsih

Fasilitator Rumpun Ilmu Sosial-Humaniora
1. Bantarto Bandoro, SH., MA
2. Arianto Arif Patunru, Dr.
3. Prof. Dr. Melani Budianta
4. Yetty Komalasari Dewi SH., ML.I
5. Dr. Dra. Sulistyowati Suwarno M.A
6. Abdul Fatah Lauder, M.A

Waktu dan Tempat Pelatihan

Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah untuk Jurnal Internasional ini diadakan pada tanggal 21-23 Juli 2008, selama satu hari per rumpun ilmu (Kesehatan, Sains-Teknologi, dan Sosial-Humaniora). Pelatihan ini dilaksanakan di 2 tempat yaitu di ITTC Gd. IASTH, Lt.2 kampus UI Salemba (untuk rumpun ilmu Kesehatan) dan di ITTC Gd. A, Perpustakaaan Pusat Kampus UI Depok (untuk rumpun ilmu Sains-Teknologi dan Sosial-Humaniora).
Rangkaian Pelatihan ini dilanjutkan dengan kegiatan Bimbingan Draft Artikel selama 4 hari yaitu pada tanggal 4 Agustus untuk fasilitator Arianto Arief Patunru SE, MSc, PhD; Dr. Dra. Sulistyowati Suwarno M.A; dan Yetty Komalasari Dewi SH., ML.I. Pada tanggal 5 Agustus untuk fasilitator Prof. Drs. Benyamin Kusumoputro, M.Eng, Dr.Eng; Dr. Terry Mart; Ir. Wahidin Wahab, M.Sc., Ph.D; Dr. Ir. Bondan Tiara Sofyan, M.Si; dan Bantarto Bandoro, SH., MA. Tanggal 6 Agustus 2008 untuk fasilitator Prof. dr. Saleha Sungkar, DAP&E, MS, Sp. Par (K); dr. Isnaini Azizah Salim Suryono, MS; dan pada tanggal 7 Agustus 2008 untuk fasilitator Prof. Dr. Melani Budianta; Prof. Budi Utomo, MPH, Ph.D. Kegiatan bimbingan tersebut diadakan di Gedung DRPM UI Lantai Dasar kampus UI Depok, dimulai pada pukul 09.00 sampai dengan 12.00 WIB.

Persyaratan Bagi Peserta Pelatihan

1. Lebih baik jika sudah mempunyai draft artikel
2. Membawa contoh jurnal Internasional atau contoh format artikel Jurnal Internasional yang menjadi tujuan publikasi (jika ada)
3. Seluruh biaya pelatihan ditanggung oleh DRPM UI melalui dana isian pelaksanaan anggaran (DIPA-tahun 2008) Dikti
4. Sertifikasi bagi peserta diberikan apabila yang bersangkutan mengikuti seluruh kegiatan yang dijadwalkan.


Jadwal Kegiatan

Hari Pertama
Waktu dan Tempat : Senin, 21 Juli 2008 bertempat di ITTC Gd. IASTH, Lt.2
kampus UI Salemba

Rumpun Ilmu Kesehatan
Pembukaan
08.00-08.30 : Registrasi
08.30-08.45 : Sambutan Direktur DRPM UI sekaligus membuka kegiatan pelatihan (Bachtiar Alam, PhD)
Presentasi
08.45-09.45 : Dasar-dasar penulisan artikel ilmiah ilmu Kesehatan
Pembicara : Abdul Fatah Lauder, M.A
Moderator : Dr. Budiarso, M.Eng
09.45-10.00 : Rehat Kopi
10.00-11.00 : Hal-hal yang perlu dan tidak perlu dilakukan dalam penulisan artikel ilmiah
Pembicara : Abdul Fatah Lauder, M.A
Moderator : Bachtiar Alam, Ph.D.
11.00-12.00 : Penulisan artikel ilmiah dalam bahasa Inggris yang baik dan benar
Pembicara : Abdul Fatah Lauder, M.A
Moderator : Bachtiar Alam, Ph.D
12.00-13.00 : Ishoma
Diskusi Panel
13.00-13.30 : Kiat penyampaian artikel ilmiah ke jurnal internasional
Pembicara : Helwis Tjhai (Elsevier - Library Connect)
Moderator : Dr. Budiarso M.Eng.
13.30-14.30 : Pengalaman Penulisan Artikel Ilmiah Jurnal Internasional
Pembicara : Prof. Jeanne A. Pawitan, Ph.D
Moderator : Dr. Budiarso M.Eng.



Workshop
14.30-16.00 : Penyusunan dan perbaikan proposal artikel ilmiah oleh masing- masing peserta yang akan dikirim ke jurnal internasional
Semua Fasilitator :
1. Prof. Jeanne A. Pawitan, Ph. D
2. Prof. Dr. Budi Utomo, MPH, Ph.D
3. Dr. Budi Haryanto, SKM, MKM, MSc
4. dr Isnani Azizah Salim Suryono MS
5. Prof. dr Saleha Sungkar DAP&E, MS, SpParK
Penanggung Jawab : Dr. Yoki Yulizar dan Dr. Budiarso, M.Eng
Penutupan
16.00-16.15 : Rehat Kopi
16.15-16.30 : Penutupan oleh Direktur DRPM UI (Bachtiar Alam, PhD)

Hari Kedua
Waktu dan Tempat : Selasa, 22 Juli 2008 bertempat di ITTC Gd. A, Perpustakaan Pusat-Kampus UI Depok

Rumpun Ilmu Sains-Teknologi
Pembukaan
08.00-08.30 : Registrasi
08.30-08.45 : Sambutan Direktur DRPM UI sekaligus membuka kegiatan pelatihan (Bachtiar Alam, Ph.D)
Presentasi
08.45-09.45 : Dasar-dasar penulisan artikel ilmiah ilmu Sains-Teknologi
Pembicara : Abdul Fatah Lauder, M.A
Moderator : Fatma Lestari, PhD
09.45-10.00 : Rehat Kopi
10.00-11.00 : Hal-hal yang perlu dan tidak perlu dilakukan dalam penulisan artikel ilmiah
Pembicara : Abdul Fatah Lauder, M.A
Moderator : Fatma Lestari, PhD
11.00-12.00 : Penulisan artikel ilmiah dalam bahasa Inggris yang baik dan benar
Pembicara : Abdul Fatah Lauder, M.A
Moderator : Fatma Lestari, PhD
12.00-13.00 : Ishoma
Diskusi Panel
13.00-13.30 : Kiat penyampaian artikel ilmiah ke jurnal internasional
Pembicara : Helwis Tjhai (Elsevier - Library Connect)
Moderator : Dr. Yoki Yulizar
13.30-14.30 : Pengalaman Penulisan Artikel Ilmiah Jurnal Internasional
Pembicara : Dr. Terry Mart
Moderator : Dr. Yoki Yulizar
Workshop
14.30-16.00 : Penyusunan dan perbaikan proposal artikel ilmiah oleh masing- masing peserta yang akan dikirim ke jurnal internasional
Semua Fasilitator :
1. Dr. Terry Mart
2. Prof. Drs. Benyamin Kusumoputro, M.Eng, Dr.Eng
3. Ir. Wahidin Wahab, MS.c, Ph.D
4. Dr. Ir. Bondan Tiara Sofyan, M.Si
5. Dr. Dwi Susilaningsih
Penanggung jawab : Dr. Yoki Yulizar dan Dr. Budiarso, M.Eng
Penutupan
16.00-16.15 : Rehat Kopi
16.15-16.30 : Penutupan oleh Direktur DRPM UI (Bachtiar Alam, Ph.D)



Hari Ketiga
Waktu dan Tempat : Rabu, 23 Juli 2008 bertempat di ITTC Gd. A, Perpustakaaan
Pusat-Kampus UI Depok

Rumpun Ilmu Sosial-Humaniora
Pembukaan
08.00-08.30 : Registrasi
08.30-08.45 : Sambutan Direktur DRPM UI sekaligus membuka kegiatan pelatihan (Bachtiar Alam, Ph.D)

Presentasi
08.45-09.45 : Dasar-dasar penulisan artikel ilmiah ilmu Sosial-Humaniora
Pembicara : Abdul Fatah Lauder, M.A
Moderator : Tirta N. Mursitama, Ph.D
09.45-10.00 : Rehat Kopi
10.00-11.00 : Hal-hal yang perlu dan tidak perlu dilakukan dalam penulisan artikel ilmiah
Pembicara : Abdul Fatah Lauder, M.A
Moderator : Tirta N. Mursitama, Ph.D
11.00-12.00 : Penulisan artikel ilmiah dalam bahasa Inngris yang baik dan benar
Pembicara : Abdul Fatah Lauder, M.A
Moderator : Tirta N. Mursitama, Ph.D
12.00-13.00 : Ishoma
Diskusi Panel
13.00-13.30 : Kiat penyampaian artikel ilmiah ke jurnal internasional
Pembicara : Helwis Tjhai (Elsevier - Library Connect)
Moderator : Bachtiar Alam, Ph.D
13.30-14.30 : Pengalaman Penulisan Artikel Ilmiah Jurnal Internasional
Pembicara : Bantarto Bandoro, SH., MA
Moderator : Tirta N. Mursitama, Ph.D
Presentasi
14.30-16.00 : Penyusunan dan perbaikan proposal artikel ilmiah oleh masing- masing peserta yang akan dikirim ke jurnal internasional
Semua Fasilitator :
1. Bantarto Bandoro, SH., MA
2. Arianto Arif Patunru, Dr.
3. Prof. Dr. Melani Budianta
4. Yetty Komalasari Dewi SH., ML.I
5. Dr. Dra. Sulistyowati Suwarno M.A
6. Abdul Fatah Lauder, M.A
Penanggung Jawab : Tirta N. Mursitama, Ph.D, Dr. Yoki Yulizar, dan Dr. Budiarso, M.Eng

Penutupan
16.00-16.15 : Rehat Kopi
16.15-16.30 : Penutupan oleh Direktur DRPM UI (Bachtiar Alam, Ph.D)

Dana Pelatihan
Biaya untuk pelatihan ini dibiayai dari DRPM UI melalui dana isian pelaksanaan anggaran (DIPA-tahun 2008) Dikti.

Kepanitiaan
Penanggung Jawab : Bachtiar Alam, PhD (Direktur DRPM UI)

Panitia Pengarah : 1. Bachtiar Alam, PhD (Direktur DRPM UI)
2. Dr. Budiarso, M. Eng (Wakil Direktur DRPM UI)

Panitia Pelaksana :
1. Ketua : Dr. Yoki Yulizar
Wakil Ketua : Dra. Fatma Lestari, M.Si., Ph.D
Tirta N. Mursitama, Ph.D
2. Sekretariat dan Registrasi : AAA. Ratna Dewi, Msi., Ak
Lenny Maykel Muliawati, SKM
Vera Andriyani, SKM
Dwi Dharmaningsih, S.Kp
Wanti Wulandari, S.Si
3. Undangan : Cucu Sukaesih
Lenny Maykel MW, SKM
Krestika Widyana D.S, Amd
Dina Nur Wulandari, S.Kp
4. Bendahara/Konsumsi : Rr. Tutik Sri Hariyati Skp., MARS
Melly Riana, SKM
Almira Gitta
5. Acara/Persidangan : Suharti, Amd
Frieda
Ayu
Ns. Aklia Suslia, S. Kep
Amalia Kamila, S. Si
6. Publikasi/Dokumentasi : Ahmad Nizhami, S.Si
Agung Citra
Raditya Margi
M. Prabu W
7. Perlengkapan/Akomodasi : Sudarmaji, M.Si
Mukhlis Sutami, S.Pd
Maman Suherman
Yusuf
Iwan
8. Panitia Penyusun Materi :
Bachtiar Alam, Ph.D (DRPM UI)
Dr. Budiarso, M. Eng (DRPM UI)
Dr. Yoki Yulizar (DRPM UI)
Dra. Fatma Lestari, M.Si., Ph.D (DRPM UI)
Tirta N. Mursitama, Ph.D (DRPM UI)

Uraian Tugas Kepanitiaan
● Penanggung Jawab :
Bertanggung jawab terhadap keseluruhan kegiatan pelatihan (Penulisan Artikel
Ilmiah untuk Jurnal Internasional).

● Panitia Pengarah :
1. Memberikan pengarahan dan memantau berlangsungnya kegiatan pelatihan yang akan dilaksanakan.

● Ketua dan Wakil Ketua :
1. Merencanakan dan menyusun kegiatan pelatihan yang akan dilakukan
2. Memberi pengarahan kepada anggota panitia lainnya tentang kegiatan
pelatihan yang akan dilangsungkan
3. Memberi masukan materi dan pembicara pada pelatihan yang akan dilaksanakan
4. Mengkoordinasi seluruh kegiatan pelatihan dengan seluruh tim kerja sesuai dengan
jadwal yang telah ditentukan.


● Kesekretariatan/Registrasi/Undangan :
1. Mengkoordinasi dan mempersiapkan surat menyurat dan pengirimannya dari persiapan sampai selesai;
2. Mempersiapkan undangan ke pembicara untuk tiap sesi pelatihan;
3. Mempersiapkan undangan ke peserta, yaitu para staf pengajar/peneliti/dosen dari tiap fakultas di Lingkungan UI;
4. Memastikan jumlah peserta dengan mengkonfirmasi kehadiran calon peserta dan membuat daftar peserta untuk disampaikan kepada bagian registrasi;
5. Menyiapkan daftar peserta dan memonitor kehadiran peserta;
6. Menyiapkan materi pelatihan untuk para peserta, dan pada hari pelaksanaan sudah tersedia pada meja registrasi;
7. Menyiapkan segala bentuk informasi;
8. Mengkonfirmasi kepada moderator;
9. Menyiapkan daftar peserta;
10. Membuat notulensi rapat;
11. Membuat arsip kegiatan Pelatihan (Penulisan Artikel Ilmiah untuk Jurnal Internasional)
12. Membuat laporan pertanggungjawaban kegiatan pelatihan (Penulisan Artikel Ilmiah untuk Jurnal Internasional).

● Bendahara/Konsumsi :
1. Menyiapkan anggaran dan permohonan pencairan dana ke pihak Dir.
keuangan UI;
2. Menangani masalah keuangan untuk peminjaman ruang ITTC Gd. A, Perpus Pusat dan Laboratorium komputer Lt.2, Gd. BNI Program Pascasarjana, kampus UI Salemba
3. Mengatur aliran dana/cashflow dana;
4. Membuat laporan pertanggungjawaban keuangan;
5. Memastikan dan memonitor jumlah makanan yang dipesan baik untuk unit setiap rehat maupun makan siang;
6. Check kesiapan ruang untuk rehat dan makan siang.







● Acara/Persidangan
1. Mengatur jalannya pelatihan, sesi/presentasi;
2. Menyiapkan acara dan Memonitor jalannya acara;
3. Menghubungi dan meminta konfirmasi pembicara;
4. Memastikan keberadaan moderator;
5. Memastikan file presentasi peserta sudah di copy ke CPU komputer;
6. Bila dianggap perlu maka bisa menggantikan posisi moderator.
7. Mendampingi tamu undangan;
8. Menyiapkan MC.

● Perlengkapan/Akomodasi
1. Menyiapkan semua peralatan yang dibutuhkan dalam ruangan, seperti : LCD, Komputer/lap top, kabel gulung, sound sytem, pengaturan meja dalam ruang, timer, pointer, layar, menyiapkan meja registrasi dan perlengkapannya, dan mengatur dekorasi;
2. Memasang Back-Drop dan Spanduk;
3. Mengurus ijin pemasangan ke UPT PLK UI;
4. Memastikan kesiapan ruangan dan perlengkapannya, di hari pelaksanaan.

● Dokumentasi/Publikasi
1. Menyiapkan bahan-bahan materi yang akan dipresentasikan;
2. Mengatur format;
3. Menyiapkan dan membuat disain materi publikasi (backdrop, spanduk, flayer);
4. Mencari dan mengabadikan momen-momen penting.

● Panitia Penyusun Materi:
Mempersiapkan dan meyusun bahan materi pelatihan penulisan artikel ilmiah untuk
jurnal Internasional, yang terbagi dalam rumpun ilmu Kesehatan, Sains-Teknologi,
dan Sosial-Humaniora.






Jadwal Pelatihan
1. Persiapan :
a. Melakukan pembuatan proposal untuk diajukan ke pimpinan DRPM UI
b. Peserta diprioritaskan adalah staf pengajar/dosen/peneliti di lingkungan UI
c. Sosialisasi kegiatan pelatihan ke setiap fakultas dan program pascasarjana di
lingkungan UI

2. Pelaksanaan
Jadwal pelatihan terlampir

3. Evaluasi
Dilakukan pada akhir pelatihan agar dapat diketahui kekurangan dan kelebihan
dari pelatihan, sehingga pelatihan berikutnya dapat berjalan dengan lebih baik.



















ANALISIS KEGIATAN


Pelatihan Tanggal 21-23 Juli 2008

Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah untuk Jurnal Internasional diadakan selama 3 hari per rumpun ilmu, yaitu pada tanggal 21 Juli untuk rumpun ilmu kesehatan, 22 Juli untuk rumpun ilmu sains-teknologi, dan 23 Juli 2008 untuk rumpun ilmu sosial-humaniora. Pelatihan ini diadakan di dua tempat, pada tanggal 21 Juli 2008 pelatihan diadakan di Gedung IASTH Lt.1 dan 3, PascaSarjana kampus UI Salemba. Sedangkan pada tanggal 22&23 Juli 2008 pelatihan diadakan di Gedung ITTC Pusat Lt.3 dan Ruang Lab.Komputer Lt.1 Perpustakaan Pusat kampus UI Depok. Jumlah peserta yang mendaftar sebanyak 217 peserta yang terdiri dari 98 peserta dari rumpun ilmu kesehatan, 56 peserta dari rumpun ilmu sains-teknologi, dan 63 peserta dari rumpun ilmu sosial-humaniora. Sedangkan jumlah peserta yang datang dan mengikuti pelatihan ini sebanyak 179 peserta (untuk ke tiga rumpun ilmu), dan draft artikel yang dikumpulkan sebanyak 48 draft (terdapat pada lampiran A).

Pada hari pertama, Pelatihan di buka oleh Dr. Budiarso M.Eng selaku wakil direktur DRPM UI. Pelatihan hari pertama dimulai pada pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 16.30 WIB dan dihadiri oleh 76 peserta, yang terdiri dari 6 orang dari Fakultas Ilmu Keperawatan, 16 orang dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, 1 orang dari Program Pascasarjana, 26 orang dari Fakultas Kedokteran, dan 27 dari Fakultas Kedokteran Gigi. Pada sesi pertama materi yang diberikan adalah Dasar-Dasar Penulisan Artikel Ilmiah dengan pembicara Abdul Fattah Lauder, M.A (Lampiran 1 : Getting Your research Published Internationally, 1 Strategies for getting your research article (RA) published internationally, 3 Targeting specific journals in your field : A demonstration) dan dimoderatori oleh Dr. Budiarso M.Eng. Kemudian acara diselingi dengan rehat kopi yang kemudian dilanjutkan materi tentang Hal-hal yang Perlu dan Tidak Perlu Dilakukan Dalam Penulisan Artikel Ilmiah (Lampiran 2 : 3 Demonstration on Citation Management), dengan pembicara Abdul Fattah Lauder, M.A dan dimoderatori oleh Bachtiar Alam, Ph.D. Sesi selanjutnya adalah materi tentang Penulisan Artikel Ilmiah dalam Bahasa Inggris yang Baik dan Benar (Lampiran 3 : 2 Writing Research Articles (Ras) in English) dengan pembicara Abdul Fattah Lauder, M.A dan dimoderatori oleh Bachtiar Alam, Ph.D.

Setelah pembicara A. Lauder selesai, materi selanjutnya di isi oleh perwakilan dari i_Group dengan judul Kiat Penyampaian Artikel Ilmiah ke Jurnal Internasional (Lampiran 4 : Guidelines for International Journal Contributors) yang diberikan oleh Helwis Tjhai dan dimoderatori oleh Dr. Budiarso M.Eng. Dalam sesi keempat ini ada pertanyaan dari Prof. Jeanne A. Pawitan Ph.D, yang secara lengkap dapat terangkum di bawah ini :
• Jeanne dari FK : Adakah definisi yang baku dari Jurnal Internasonal?
• Helwis Tjhai : Tidak ada definisi yang baku. Yang jelas asal setidaknya menulis berupa abstrak, itu sudah bisa di katakan jurnal internasional jika minimal dimasukkan ke dalam jurnal online.
Sebelum ke materi selanjutnya acara diselingi dengan ISHOMA, pada pukul 12.00-13.00 WIB. Kemudian acara dilanjutkan dengan materi dari Prof. Dr. Jeanne A. Pawitan tentang Pengalaman Penulisan Artikel Ilmiah Jurnal Internasional (Lampiran 5 : Pengalaman penulisan artikel ilmiah jurnal internasional untuk rumpun ilmu kesehatan) dan dimoderatori oleh Dr. Budiarso M.Eng. Pada sesi ini ada pertanyaan dari peserta yang kami rangkum sebagai berikut :
• No name, FIK : Jika artikel ditulis lebi dari 1 orang, apakah kesemuanya harus membubuhkan tanda tangan atau tidak?
Prof. Jeanne : Tergantung jurnal, ada yang meminta ada pula yang tidak.

Pada sesi terakhir para peserta pindah ruangan menuju ke ruang komputer untuk melakukan penyusunan draft artikel dalam bahasa Inggris, yang dibimbing oleh fasilitator dari masing-masing fakultas atau bidang ilmu yang ada dengan penanggung jawab kegiatan ini adalah Dr. Yoki Yulizar dan Dr. Budiarso M.Eng.

Sedangkan pada hari kedua, pelatihan dibuka oleh Bachtiar Alam, PhD selaku Direktur DRPM UI. Pelatihan hari kedua dimulai pada pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 16.30 WIB. Dihadiri oleh 37 peserta dari rumpun ilmu sains-teknologi yang terdiri dari 5 orang dari Fakultas Ilmu Komputer, 11 orang dari Fakultas Teknik, 19 orang dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, dan 2 orang dari Program Pascasarjana. Pada sesi pertama materi yang diberikan adalah Dasar-Dasar Penulisan Artikel Ilmiah (Lampiran 6 : Getting Your research Published Internationally, 1 Strategies for getting your research article (RA) published internationally, 3 Targeting specific journals in your field : A demonstration) dengan pembicara Abdul Fattah Lauder, M.A dan dimoderatori oleh Fatma Lestari, PhD. Dalam sesi ini ada beberapa pertanyaan dari para pesrta yang kami rangkum sebagai berikut :
• Yugo, Fasilkom : Apakah editor melakukan check and re-check terhadap kemungkinan terjadinya plagiarsm?
Mr. Lauder : Editor tidak melakukan check and re-check terhadap kemungkinan plagiarsm. Selain itu juga terdapat perbedaan budaya tentang plagiarsm antara Indonesia dan dunia Internasional pada umumnya.
• No Name : Bagaimana cara yang etis untuk menulis materi yang sama di jurnal yang berbeda misalnya di jurnal nasional dan internasional?
Mr. Lauder : Tergantung dari jurnalnya. Ada yang boleh ada juga yang tidak memperbolehkan jurnal yang sudah pernah di publikasikan sebelumnya.
• Rita, FMIPA : Jika proses publikasi sebuah karya memakan waktu selama empat tahun, apakah itu masih bisa dikategorikan sebagai new findings?
Mr. Lauder : Bisa saja. Selama belum ada yang membahas materi yang sama.
Kemudian acara diselingi dengan rehat kopi yang kemudian dilanjutkan materi tentang Hal-hal yang Perlu dan Tidak Perlu Dilakukan Dalam Penulisan Artikel Ilmiah (Lampiran 7 : 3 Demonstration on Citation Management), dengan pembicara Abdul Fattah Lauder, M.A dan dimoderatori oleh Fatma Lestari, PhD. Pada sesi ini ada 2 pertanyaan yang diajukan oleh peserta pelatihan yaitu :
• Rita, FMIPA : Untuk publish artikel ke jurnal internasional, apakah ada bantuan dari pihak lain untuk mengorganisirnya?
Mr. Lauder : Tidak ada. Karena ini adalah hanya antara saya (penulis), editor, dan publisher.
• Bondan, FT : Berapa penting hak paten dalam penerbitan jurnal internasional, apakah harus diminta pada publisher?
Mr. Lauder : Saya kurang tahu tentang hal itu. Tapi saya cenderung akan mengikuti hal-hal yang dilakukan orang lain pada hak paten mereka.
Sesi selanjutnya adalah materi tentang Penulisan Artikel Ilmiah dalam Bahasa Inggris yang Baik dan Benar (Lampiran 8 : 2 Writing Research Articles (Ras) in English) dengan pembicara Abdul Fattah Lauder, M.A dan dimoderatori oleh Fatma Lestari, PhD. Sesi ke tiga ini ada 4 pertanyaan dari peserta yang diajukan oleh nara sumber yang terdiri dari :
• Dewi, FT : Mengapa End-Note tidak bisa diakses di Indonesia? karena itu, saya menjadi agak tidak bersemangat dalam menulis, karena sulit untuk mendapatkan jurnal-jurnal sebagai citation.
Mr. Lauder : Mungkin karena UI belum berlangganan End-Note. Walaupun begitu, jangan menjadikan itu sebagai alasan untu tidak menulis. Karena sayang sekali. Masih ada cara-cara lain yang bisa dilakukan untuk mendapatkan jurnal maupun pencarian citation. Misalnya dengan Pro-Quest. Mengenai End-Note, mungkin bisa dilaporkan kepada pihak UI bahwa anda sangat membutuhkannya, agar bisa ditindaklanjuti untuk berlangganan End-Note. Jika Demand nya besar, maka UI juga akan mempertimbangkan untuk berlangganan.
• No Name : Saat ni saya berlangganan dua buah jurnal hanya dengan biaya sekitar 2 – 3 juta per tahun untuk membership dan subscribe. Mungkin itu menjadi salah satu cara untuk get link dengan jurnal internasional?
Mr. Lauder : Ya, saya setuju dengan anda. Itu adalah cara yang baik untuk menjalin network dan get link ke jurnal internasional.
• Rianti, MIPA : Selain bahasa, kendala apalagi yang menjadi barrier bagi peneliti Indonesia untuk publish internasionally?
Mr. Lauder : Salah satu kendala lain yang terbesar adalah masalah perbedaan pola pikir antara audience dari jurnal lokal dan jurnal internasional. Dan kebanyakan peneliti Indonesia belum menyadari hal tersebut.
• A.Herman, FT : Apakah bisa kami meminta soft copy dari presentasi anda hari ini?
Mr. Lauder : tentu saja bisa. Anda bisa menghubungi panitia untuk mendapatkan soft copy dari presentasi saya.


Kemudian acara dilanjutkan dengan materi yang berisi tentang Kiat Penyampaian Artikel Ilmiah ke Jurnal Internasional oleh Helwis Tjhai perwakilan dari iGroup (Lampiran 9 : Guidelines for International Journal Contributors) dan dimoderatori oleh Dr. Yoki Yulizar. Dalam sesi keempat ini ada 2 pertanyaan dari peserta, yang secara lengkap dapat terangkum di bawah ini :
• Wellizar MIPA : Akses ke jornal elektronik di UI Sangay terbatas walaupun UI telah berlangganan Elsevier dan beberapa jornal on-line lanilla. Maka kami membutuhkan jornal Life Science juga untuk dilanggan oleh UI demi memperlancar penelitian dan pembelajaran baik mahasiswa maupun dosen. Untuk itu, bagaimana regulasinya untuk berlangganan?
Helwis : Untuk berlangganan jurnal bisa dilanggan dan dibayar oleh universitas atau perpustakaan. Selain itu, bisa juga dibayar sebagian oleh facultas atau departemen. Tergantung perjanjian yang dilakukan. Untuk saat ini, jornal yang dilanggan UI baru sebatas Bisnis dan Ekonomi, bisa jadi karena harga jornal lain terlalu mahal.
• No Name FT : Dimana kami dapat mendapatkan informasi tentang pengaksesan jurnal elektronik?
Jurnal-jurnal yang dilanggan UI terkadang bahkan seringkali sulit untuk di download. Apa penyebabnya?
Helwis : Informasi tentang jornal elektronik biasanya disebarkan melalui website dan milist.
Penyebabnya mungkin karena masa trial nya sudah habis. Mungkin juga karena ID nya salah atau telah berubah.
Selesai sesi keempat, acara selanjutnya adalah ISHOMA pukul 12.00-13.00 WIB, yang kemudian dilanjutkan dengan materi dari Dr. Terry Mart tentang Pengalaman Penulisan Artikel Ilmiah Jurnal Internasional (Lampiran 10 : Pengalaman Publikasi di Jurnal Internasional) dan dimoderatori oleh Dr. Yoki Yulizar. Pada sesi ini ada pertanyaan dari peserta yang kami rangkum sebagai berikut :
• Budiarso DRPM : Biasanya jira kita sudah pernah mempublish artikel di statu comunitas /jurnal, maka selanjutnya kita cenderung akan publish ke jornal yang sama. Sebaiknya bagaimana? Apakah stick di satu tempat atau berbeda-beda?
Terry : biasanya kalau sudah sering publish di satu jurnal maka akan lebih mudah diterima di jurnal tersebut lagi.
• Yoki DRPM : Apakah di web site pribadi tidak boleh mencantumkan paper kita?
Terry : Boleh saja. Tetapi jadi membuka kemungkinan besar untuk di plagiat.
Pada sesi terakhir para peserta pindah ke ruangan komputer untuk melakukan penyusunan draft artikel dalam bahasa Inggris oleh masing-masing fasilitator yang telah ditunjuk, dengan penanggung jawab kegiatan ini adalah Dr. Yoki Yulizar dan Dr. Budiarso M.Eng.

Hari ketiga Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah untuk Jurnal Internasional di buka oleh Bachtiar Alam, PhD selaku Direktur DRPM UI. Pelatihan hari ketiga dimulai pada pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 16.00 WIB dan dihadiri oleh 66 peserta dari rumpun ilmu sosial-humaniora, yang terdiri dari 10 orang dari Fakultas Ekonomi, 12 orang dari Fakultas Hukum, 13 orang dari Fakultas Ilmu Budaya, 9 orang dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 8 orang dari Fakultas Psikologi, 10 orang dari Program Pascasarjana, dan 4 orang dari Pusat Studi Jepang. Pada sesi pertama materi yang diberikan adalah Dasar-Dasar Penulisan Artikel Ilmiah (Lampiran 11 : Getting Your research Published Internationally, 1 Strategies for getting your research article (RA) published internationally, 3 Targeting specific journals in your field : A demonstration ) dengan pembicara Abdul Fattah Lauder, M.A yang dimoderatori oleh Tirta N. Mursitama, PhD. Dalam sesi ini ada beberapa pertanyaan dari para peserta yang kami rangkum sebagai berikut :
• No Name : Dalam jurnal ilmiah, dimana kita meletakkan “findings” yang diperoleh dari penelitian?
Mr. Lauder : Bisa diletakkan di jurnal asalkan memang menjadi penjelasan umum.
• Bachtiar,DRPM : IMRD hanya satu model dari penulisan ilmiah diantara banyak bentuk lainnya. Bagaimana pendapat anda?
Mr.Lauder : Sebelumnya saya tekankan bahwa IMRD bukanlah struktur baku satu-satunya. Biasanya IMRD digunakan untuk jurnal-jurnal natural science.
• No name, F. Psi : Bagaimana dengan non-IMRD artikel? Karena agak aneh jika jurnal sejenis filosofi-psikologi memakai bentuk IMRD.
Mr.Lauder : IMRD itu tidak universal melainkan hanya salah satu bentuk penulisan saja. Tetapi mungkin ada juga dalam filosofi. Intinya tiap artikel mempunyai strukture tersendiri. IMRD itu hanya salah satu bentuk untuk menyederhanakannya. Dan IMRD adalah salah satu dari sekian banyak struktur yang ada.
• Citra, F.Psi : Berapa banyak kata yang lazim dipakai dalam indroduction part?
Mr. Lauder : Sekali lagi tergantung peraturan dari jurnal masing-masing.
Kemudian acara diselingi dengan rehat kopi yang kemudian dilanjutkan dengan materi yang diberjudul Hal-Hal Yang perlu dan Tidak Perlu Dilakukan Dalam Penulisan Artikel Ilmiah (Lampiran 12 : 3 Demonstration on Citation Management) dengan nara sumber Abdul Fatah Lauder, M.A yang dimoderatori oleh Tirta N. Mursitama, PhD. Ada beberapa pertanyaan dari sesi ini yang kami rangkum sebagai berikut :
• Riska, F.Psi : Pada bagian introduction, dapatkah dimuali dari sebuah fenomena atau harus perkembangan teori terlebih dahulu?
Mr.Lauder : Mari perhatikan stage-stage yang telah diterangkan yaitu stage satu, dua, tiga. Mulai dari subtopic, penjelasan yang general, dan baru masuk ke penjelasan yang spesifik.
• Rizka, F.Psi : Bagaimana dengan komposisi dar tiap section-section dalam jurnl ilmiah?
Mr. Lauder : Anda bias menjawabnya sendiri dengan membaca notifications for author pada setiap jurnal. Karena beda jurna beda pula aturannya.
• Olmes, FE : Dimanakah perbedaan antara overview pada bagian introduction jurnal ilmiah dengan di literature?
Mr. Lauder : Overview di introduction itu pengantar dari penjelasan general ke area yang lebih spesifik.
Dalam sesi ketiga materi yang diberikan adalah Penulisan Artikel Ilmiah dalam Bahasa Inggris yang Baik dan Benar (Lampiran 13 : 2 Writing Research Articles (Ras) in English) dengan nara sumber yang sama yaitu Abdul Fatah Lauder, M.A dan dimoderatori oleh Tirta N. Mursitama, Ph. D. Ada beberapa pertanyaan dari sesi ini yang kami rangkum sebagai berikut :
• No Name : Bagaimana term-and condition dari penggunaan End-Note?
Mr. Lauder : Hal tersebut isa ditanyakan pada perpustakaan pusat UI.
• Hendri, FISIP : Apakah ada program lain untuk mengedit jurnal misalnya untuk edit body text?
Mr.Lauder : Ada tetapi mungkin belum dilanggan oleh UI. Laporkan saja kebutuhan anda kepada pihak yang berwenang, lalu mereka pasti akan mempertimbangkannya.

Acara diselingi dengan ISHOMA, pukul 12.00-13.00 WIB yang kemudian dilanjutkan dengan materi tentang Kiat Penyampaian Artikel Ilmiah ke Jurnal Internasional yang diberikan oleh Helwis Tjhai dari iGroup (Lampiran 14 : Handout Hari Ketiga Sesi Keempat) dan dimoderatori oleh Bachtiar Alam, Ph.D. Dalam sesi keempat ini ada 2 pertanyaan dari peserta, yang secara lengkap dapat terangkum di bawah ini :
• Frieda, F.Psi : Apakah saat ini UI sudah bisa mengakses Elsevier?
Helwis : Ya bisa. Karena saat ini UI telah melanggan Elsevier dan beberapa jurnal online lainnya.
• Syamsul, FISIP : Saya pernah coba masuk Elsevier untuk mencari jurnal, tetapi jurnal yang saya maksud tidak tersedia. Dan itu bukan hanya satu tapi belasan jurnal yang saya cari tidak tersedia. Kira-kira jurnal apa yang lebih lengkap dari Elsevier ya?
Helwis : UI memang berlangganan Elsevier, namun tidak semua jurnal yang ada di Elsevier bisa diakses karena UI hanya melanggan sebagia jurnal di Elsevier, tidak seluruhnya.
Selesai sesi keempat, acara terhenti dengan adanya ISHOMA, pada pukul 13.00 WIB dan kemudian acara dilanjutkan dengan materi dari Bantarto Bandoro, SH., MA tentang Pengalaman Penulisan Artikel Ilmiah Jurnal Internasional (Lampiran 15 : Penulisan Artikel Ilmiah Jurnal Internasional) dan dimoderatori oleh Tirta N. Mursitama, Ph..D. Pada sesi ini ada pertanyaan dari peserta yang kami rangkum sebagai berikut :
• No name, FIB : Sebagai peneliti yang karyanya telah puluhan kali di published pada jurnal internasional, apakah anda bergerak di jurnal yang berbeda-beda atau dijurnal yang sama?
T. Mart : Saya bergerak di level komunitas. Karena dengan publish dijurnal yang bisa dikatakan dibaca oleh komunitas tertentu, karya saya akan tepat sasaran.
Pada sesi terakhir para peserta pindah ke ruangan komputer untuk melakukan penyusunan draft artikel dalam bahasa Inggris oleh masing-masing fasilitator yang telah ditunjuk, dengan penanggung jawab kegiatan ini adalah Dr. Yoki Yulizar, Tirta N. Mursitama, Ph.D dan Dr. Budiarso M.Eng.

Bimbingan Draft Artikel Tanggal 4-7 Agustus 2008

Kegiatan pelatihan sehari penulisan artikel ilmiah untuk jurnal internasional bertujuan agar para peserta bisa memasukkan tulisan artikel ke salah satu jurnal internasional. Oleh karena itu DRPM UI selaku lembaga penyelenggara pelatihan, berusaha untuk memfasilitasi kegiatan bimbingan artikel dalam bahasa inggris sampai pada tahap finalisasi. Sehingga para peserta perlu mengumpulkan kembali perbaikan draft artikel yang telah dikoreksi oleh para fasilitator sampi pada tanggal 1 Agustus 2008. Setelah itu peserta diundang kembali oleh panitia untuk melakukan finalisasi draft artikel bersama dengan para fasilitator. Kegiatan bimbingan diadakan pada tanggal 4-7 Agustus 2008, di tempat yang berbeda-beda untuk setiap rumpun ilmu fasilitator. Kegiatan bimbingan ini hanya diikuti oleh 32 peserta (dari pelatihan sehari tgl 21-23 Juli 2008), dengan jumlah draft artikel yang terkumpul sebanyak 33 Draft (terdapat pada lampiran B).

Pada tanggal 4 dan 5 Agustus 2008 bertempat di ITTC Perpustakaan Pusat Lantai 2 kampus UI Depok, yang dimulai pada pukul 09.00-12.00 WIB dengan fasilitator Arianto Arief Patunru SE, MSc, PhD; Dr. Dra. Sulistyowati Suwarno M.A; Yetty Komalasari Dewi SH., ML.I; Prof. Drs. Benyamin Kusumoputro, M.Eng, Dr.Eng; Dr. Terry Mart; Ir. Wahidin Wahab, M.Sc., Ph.D; Dr. Ir. Bondan Tiara Sofyan, M.Si; dan Bantarto Bandoro, SH., MA. Sedangkan pada tanggal 6 Agustus kegiatan bimbingan finalisasi diadakan di IASTH Kampus UI Salemba Lantai 1 mulai pukul 09.00-12.00 WIB, dengan fasilitator Prof. dr. Saleha Sungkar, DAP&E, MS, Sp. Par (K) dan dr. Isnaini Azizah Salim Suryono, MS. Bimbingan pada hari terakhir diadakan pada tanggal 7 Agustus 2008 bertempat di Ruang Rapat DRPM UI lantai dasar Kampus UI Depok, yang dimulai pada pukul 09.00-12.00 WIB untuk fasilitator Prof. Dr. Melani Budianta dan pada pukul 14.00-17.00 WIB dengan fasilitator Prof. Budi Utomo, MPH, Ph.D. Kegiatan bimbingan ini hanya dihadiri oleh 9 peserta dari rumpun ilmu Kesehatan, 7 peserta dari rumpun ilmu Sains-Teknologi, dan 16 peserta dari rumpun ilmu Sosial-Humaniora.

KPK: Dana Aspirasi Rp 15 M Berpotensi Menyimpang, Harus Dikaji Dulu

Reza Yunanto - detikNews
Jakarta - Usulan Partai Golkar soal dana aspirasi Rp 15 miliar bagi setiap anggota DPR menimbulkan kritik. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai dana tersebut berpotensi menyimpang, jadi perlu ada pengkajian sebelum dana itu disetujui.

"Dana aspirasi itu perlu dilakukan kajian yang dalam terlebih dahulu. Kalau tidak, maka akan berpotensi menimbulkan penyimpangan dan kegiatan fiktif," kata Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan M Jasin kepada wartawan di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (7/6/2010).

Menurut Jasin, terkait dana aspirasi tersebut, semestinya yang membuat rencana kegiatan yang akan dibiayai adalah masyarakat sendiri. Lalu dikordinasikan dengan kegiatan lainnya, baru kemudian kegiatan itu dianggarkan berapa alokasi biayanya.

Dengan demikian, masyarakat akan ikut menyusun anggaran biayanya. Hal ini tentunya berbeda dengan pengertian dana aspirasi yang bergantung pada keinginan anggota DPR.

"Dana aspirasi sepenuhnya tergantung kepada anggota DPR. Kegiatannya yang milih juga anggota DPR yang bukan didasarkan pada perencanaan kebutuhan riil masyarakat atau pembangunan daerah yang integrated," terang Jasin.

Dugaan sementara, kata Jasin, dana aspirasi yang diusulkan Partai Golkar ini ini mirip dengan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) yang terjadi di Jawa Timur. "Akhirnya motifnya lebih banyak ke arah bagi-bagi duit," katanya.

"Sekarang KPK sedang melakukan kajian dana aspirasi tersebut. Mudah
mudahan minggu ini sudah ada hasilnya," tambah Jasin.