Pengakuan Jujur Anak Malayia Terhadap Indonesia

Zulhamdi | Aug 17, 2010 | Reply

Saudara-saudaraku setanah air.Ini sekedar sharing jer. Tadak maksud apapun.. Kita mungkin sedikit perlu berempati kepada negara kita ni yang nyaris tak punya identitas.

Setelah diteliti lebih jauh ternyata forumers Malaysiaku tidak pernah berfikir panjang apa yang akan dia orang tulis,seperti:

1. Dia orang mengatakan bahwa Indonesia tidak kreatif dan mengambil budaya malaysia, nyatanya. semua budaya dan lagu Indonesia telah nyata2 kita claim (batik: kita bilang batik malaysia padahal batik hanya ada satu yaitu dari Indonesia dan kualitasnya jauh lebih baik;Reog: kita hanya mengubah nama saja menjadi barongan padahal semua itu sama saja dengan reog,dll). Tidakkah itu tindakan yang salah.

2. Kita Orang kata lagu Indonesia jelek. Kenapa kita tak bisa terima kenyataan bahwa di malaysia ramai yang disukai adalah lagu2 Indonesia. Peringkat pertama Top hits di salah satu stesen radio malaysia adalah PETERPAN. Malahan lagu daerah di Indonesia kita claim. (Rasa Sayange).

3. Kita orang kata bendera dan lambang garuda Indonesia menjiplak dari Polandia, Monaco, sedangkan kita orang pun tak tau sejarah bendera Indonesia, dan kita tak tau bahwa di dunia ini ramai negara yang memiliki lambang garuda. Sedangkan bendera kita persis sama dengan Amerika hanya beda di bulan dan mataharinya saja. Tidakkah seharusnya kita sedar diri.

4. Ramai kita kata orang Indonesia bodoh2 hampir disetiap forum di negara kita ni, saya kerap melihat kata2 dr forumer yg berbunyi: indon bodoh blalala. Macam mana dengan kita..? Nama pelajar malaysia pun tidak pernah terdengar di peringkat pertama di olimpiade sains international. sedangkan indonesia, hampir setiap tahun putra-putri indonesia menang dalam olimpiade internasional bahkan sering mendapat medali emas. Dan tidakkah kita tau bahwa dokter2 Indonesia selalu menjadi guru besar dan mengajari dokter2 malaysia di negara kita ni.

5. Salah satu dari forum yang kita tulis bahwa kita bangga dijajah England. Dan kemerdekaan kita hanyalah pemberian semata dan bukan merupakan hasil perjuangan.
Baca kutipan dari Majalah Time di tahun 1957 tentang kemerdekaan Negara kita.ya :

“The Malayans .. though the curiously un-enthusiastic calm with which they received their independence was attributed by British residents to the fact that it was ‘handed to them on a platter.’”

Warga negara kita tidak puas karena kemerdekaannya seperti diberi oleh kerajaan Inggris. Time Magazine, “Malaya, A New Nation”.

Indonesia lahir dan jadi bangsa besar di dunia dengan cara yang heroik, mengusir bangsa-bangsa imperialis terbesar dunia, Belanda, Inggris, Jepang. Sukarno, Hatta, Jenderal Sudirman, Bung Tomo ,sejarah Indonesia penuh dengan pahlawan-pahlawan besar.

6. Kita orang kata Indonesia pencuri, padahal dalam kenyataanya bahwa kitalah yang pencuri (Ambalat,illegal-logging,dll).

7. Ketergantungan kita Pada Indonesia.
Ekonomi kita tergantung dengan Indonesia. Meskipun TKI cuma kuli kasar, ekonomi kita akan langsung jatoh kalau mereka tak ada.

8. Kita tak sedar, tak tau bahwa di negara kita banyak tenaga pengajar yang dari Indonesia sedangkan tenaga pengajar malaysia tidak laku di Indonesia.

9. Kita bangga dengan kekuatan militer kita karena kita tidak tahu apa2. Indonesia masuk 13 besar forces terkuat didunia sedangkan malaysia masih dibawah 60!Dan dia orang (Indonesia) selalu menjadi forces inti dari pasukan PBB International.

++ sesungguhnya masih banyak lagi kelebihan Indonesia dari malaysia hanya saja kita selalu membantah dan tidak mau menerima kenyataan ini.
(sumber: buku,internet,dll)

Aku budak johor.. Dah lama tinggal di indonesia.. Maka tu bahasa dah campur pun..

Sumber :

1 . http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6449362
2. http://m.topix.com/forum/world/malaysia/TT4TC5S8N1O7M9JJI

100 Arti Mimpi

1. Mimpi diberi anak : Akan mendapat harta.
2. Mimpi berkelahi dengan seseorang tapi kalah : Akan mendapat malu.
3. Mimpi berjualan di pasar : Pertanda jelek, karena kita akan mengalami kesulitan dalam mencari pekerjaan.
4. Mimpi berjalan melalui banyak duri : Akan mengalami suatu kegagalan terhadap apa yang selama ini kita inginkan.
5. Mimpi berjalan dijembatan berbatu : Akan mendapatkan keselamatan.
6. Mimpi berjalan sangat jauh : Akan mendapatkan umur panjang.
7. Mimpi berjalan dijalan yang memiliki dua arah : Akan mengalami kerugian.
8. Mimpi bertengkar dengan atasan : Akan mendapat sanjungan dari Bos.
9. Mimpi melihat suami istri bertengkar : Akan mengalami penurunan dalam kesehatan.
10. Mimpi melerai orang yang sedang bertengkar : Akan dimintai pendapat oleh orang untuk memecahkan suatu persoalan.
11. Mimpi bertengkar dengan orang lain : Akan mendapat sambutan yang hangat sekali dari kekasih.
12. Mimpi berzina dengan pelacur : Akan mendapatkan istri yang setia dan penuh pengertian.
13. Mimpi berzina dengan ibu sendiri : Akan mengalami kerugian atau kesialan.
14. Mimpi berzina dengan janda : Akan mendapat istri yang masih gadis.
15. Mimpi berzina dengan seorang putri : Akan mengalami suatu kerugian.
16. Mimpi berzina dengan seorang dewi / bidadari : Akan mendapat anak dalam perkawinan.
17. Mimpi berziina di WC : Akan mendapat suatu kehinaan.
18. Mimpi melihat bulan purnama : Akan mendapat keuntungan yang besar sekali.
19. Mimpi melihat rembulan jatuh : Akan mengalami kesusahan.
20. Mimpi melihat burung kuntul : Akan selalu salah dalam bicara. Oleh sebab itu harus berhati-hati ketika berbicara dengan orang lain.
21. Mimpi memegang burung merpati : Akan mendapat kabar atau berita .
22. Mimpi mendengar suara burung berkicau : Akan mendapatkan uang.
23. Mimpi melihat burung kenari yang bernyanyi di sangkar : Akan merasakan kebahagiaan.
24. Mimpi melihat burung gereja : Akan merencanakan sebuah usaha.
25. Mimpi melihat burung perkutut : Akan mendapatkan seorang anak yang baik budi pekertinya.
26. Mimpi melihat bintang menyinari kita : Akan naik pangkat.
27. Mimpi melihat bintang jatuh : Akan mendapat berkah dari Tuhan.
28. Mimpi melihat bintang kemukus jatuh dirumah kita : Akan mendapat kebahagiaan.
29. Mimpi ada buaya masuk rumah : Akan mendapat keuntungan.
30. Mimpi melihat buaya : Ada orang yang diam-diam akan mencelakakan kita.
31. Mimpi melihat buaya masuk ke kali : Akan memperoleh kesuksesan.
32. Mimpi membagi-bagikan bunga pada teman : Akan berpisah dengan teman.
33. Mimpi melihat bermacam-macam bunga : Akan merasakan kebahagiaan.
34. Mimpi bercinta dengan kekasih : Cinta yang kita bina akan tumbuh subur.
35. Mimpi baru memulai bercinta : Akan mengalami percekcokan dengan kekasih kita.
36. Mimpi gagal dalam bercinta ; Akan mampu membina cinta dengan baik.
37. Mimpi melihat ada darah diranjang : Akan mengalami kesusahan.
38. Mimpi melihat ada darah : Akan merasakan sesuatu yang sangat lezat.
39. Mimpi diberi dompet oleh seseorang yang tak dikenal : Akan mengalami kesulitan dalam menjalankan tugas.
40. Mimpi menemukan dompet kosong : Akan mendapatkan berita yang sebenarnya kita tak ingin mendengarnya lagi.
41. Mimpi melihat dompet yang berisi penuh uang : Akan mendapat kebahagiaan.
42. Mimpi melihat orang berdasi : Akan mendapatkan keberuntungan .
43. Mimpi memakai dasi : Akan menderita penyakit.
44. Mimpi memberi gaji/upah pada istri/suami : Akan mendapat kepercayaan dalam hal cinta kasih.
45. Mimpi mendapat gaji : Akan mendapat kepercayaan dari atasan.
46. Mimpi melihat bos membagi-bagikan gaji pada teman-teman : Akan mendapat job/tugas baru.
47. Mimpi memberikan gaji pada pegawai : Akan disenangi oleh teman-teman.
48. Mimpi menolong orang yang terkena gempa : Akan mengalami keberuntungan dalam usaha.
49. Mimpi merasa ada gempa : Akan pindah dari tempat tugas semula.
50. Mimpi ada salah satu gigi tanggal : Akan ada salah seorang keluarga yang meninggal.
51. Mimpi sakit gigi sambil menangis : Akan mendapatkan halangan.
52. Mimpi melihat gunung meletus : Akan mendapatkan kedudukan terhormat.
53. Mimpi menaiki gunung yang terjal sekali dan mencapai puncak : Akan mencapai kemajuan dalam usaha.
54. Mimpi bertemu guru : Akan mendapat karunia.
55. Mimpi tengah berguru : Akan memperoleh ilmu yang baik.
56. Mimpi melihat gerhana matahari atau bulan : Akan mengalami kegagalan.
57. Mimpi melihat gajah masuk ke rumah : Akan naik pangkat.
58. Mimpi melihat gajah : Akan mendapat pujian dari orang berpangkat.
59. Mimpi melihat gajah keluar dari rumah : Akan kedatangan tamu orang terhormat.
60. Mimpi dikejar-kejar hantu : Akan menemukan kesalahan sendiri.
61. Mimpi berbicara dengan hantu : Akan berhasil dalam mencapai sesuatu.
62. Mimpi diadili oleh hakim : Akan terhindar dari fitnah.
63. Mimpi menjadi hakim : Akan memperoleh kedudukan yang tinggi.
64. Mimpi melihat harimau memasuki rumah namun kemudian kembali : Akan mengalami percintaan yang tidak abadi.
65. Mimpi dikejar-kejar harimau : Akan mendapatkan keberuntungan karena secepatnya mendapatkan jodoh.
66. Mimpi menembak harimau : Akan mendapat rejeki yang banyak.
67. Mimpi melihat hidangan yang beraneka macam : Akan mencapai kebahagiaan dalam hidup.
68. Mimpi sedang menikmati hidangan : Akan mendapatkan rejeki.
69. Mimpi melihat hujan dari jauh : Akan menemukan kesusahan.
70. Mimpi melihat ada orang kehujanan : Akan mendapat kesusahan.
71. Mimpi kehujanan disertai angin ribut : Akan mendapatkan sesuatu yang melezatkan.
72. Mimpi melihat hujan buah-buahan : Akan menjadi pemimpin dari orang yang berbuat jahat.
73. Mimpi melihat hujan salju : Ada musuh yang datang namun ia akan mengalami kebinasaan.
74. Mimpi melihat hujan yang sangat lebat : Akan sakit.
75. Mimpi melihat hujan yang berhentinya lama sekali : Akan sakit yang sembuhnya lama sekali.
76. Mimpi berada disekitar istana : Akan segera berjumpa dengan orang terhormat.
77. Mimpi berada di dalam istana : Akan mendapat kesenangan dan kebahagiaan.
78. Mimpi berpesan kepada ibu : Akan mendapat derajat yang tinggi.
79. Mimpi melihat ibu : Akan mendapat kebahagiaan.
80. Mimpi membuat sebuah jembatan : Akan tercapai dalam mengejar cita-cita.
81. Mimpi melalui jembatan : Pertanda derajat kita akan naik.
82. Mimpi menaiki perahu dan melalui jembatan : Akan melakukan sesuatu dengan hasil yang memuaskan.
83. Mimpi turun ke jurang : Akan kekurangan rejeki dan tidak akan naik pangkat.
84. Mimpi menggali jurang : Akan mendapat masalah. Oleh sebab itu kita harus hati-hati berbicara dengan orang lain.
85. Mimpi menaiki jurang : Akan segera naik pangkat.
86. Mimpi meninggalkan sebuah kapal : Akan mengalami bahaya.
87. Mimpi melihat ada kapal berlayar : Akan segera mendapatkan pekerjaan.
88. Mimpi melihat ada orang naik kapal : Akan mendapat keberuntungan.
89. Mimpi berada dalam sebuah kapal : Akan berhasil dalam membina bahtera rumah tangga.
90. Mimpi membeli sebuah kapal : Usaha yang kita tekuni akan berkembang dengan pesat.
91. Mimpi melihat kancing terjatuh : Akan mengalami rintangan. Maka harus berhati-hati dalam melakukan atau memutuskan sesuatu.
92. Mimpi memsang kancing baju : Pertanda kita harus memperbaiki kesalahan.
93. Mimpi merasa kehilangan kancing : Akan mendapat teguran dari apa yang kita kerjakan.
94. Mimpi merasa berduaan dengan suami/istri : Akan berhasil dalam melakukan sesuatu.
95. Mimpi dikamar kita banyak orang : Pertanda kita harus sabar karena akan ada banyak orang yang akan mengejek kita.
96. Mimpi berada didalam kamar mewah : Akan mendapat sesuatu yang diinginkan.
97. Mimpi berduaan didalam kamar : Akan mendapatkan hal-hal kecil tapi bermasalah.
98. Mimpi diberi kalung oleh seseorang : Akan mendapat keuntungan.
99. Mimpi membeli kalung di toko : Akan menjadi orang yang berbudi luhur.
100. Mimpi menemukan kalung dijalan : Akan dicelakai oleh orang lain


Sumber : http://www.beliveornotart.info/2010/12/100-arti-mimpiku.html

Seputar AFF yang tidak semua orang tahu

1. Safee orang Aceh ?
Banyak ulah aneh di dunia maya selama Piala AFF. Salah satunya ini: desas-desus bahwa striker Malaysia bernama Safee (dibaca “Sapi” dalam logat Sunda) sebenarnya adalah orang Aceh yang keluarganya dibantai tentara Indonesia. Kemudian lari ke malaysia, trus jadi pemain bola disana. Ampuuun!! Plis deh. Hoax ini terlalu 4L4Y.

2. Air mineral saingan sama tiket masuk
Bukan cuma tiket masuk yang harganya melambung. Air mineral yang dijajakan dalam stadion lebih dahsyat dong! Lima menit sebelum pertandingan lawan filipina saya beli aqua botol kecil Rp 2.500. Selesai babak pertama, seorang penonton di depan saya memanggil tukang aqua yang sama. “Berapa sebotol bang?”. “Lima rebu”, jawab si abang dengan santainya. Bused! harga aqua bisa naek 2 kali lipet dalam 1 x 45 menit. Udah bisa ditebak, di babak final ternyata harganya naek lagi jadi 10 ribu. Ohmaigat…mungkin kalo tukang ketoprak bisa masuk stadion harganya 50 ribu sepiring kali ya?

3. Jakmania, Aremania, atau..Indonesiamania?
Banyak pendukung fanatik klub Liga Indonesia bertebaran selama Piala AFF. Mereka tetap memakai atribut klubnya saat Indonesia bertanding. Mayoritas Jakmania dan Aremania. Mungkin mereka lupa saat itu yang bertanding adalah Indonesia, bukan Persija atau Arema *jangan-jangan tiket yg mereka bawa Persija lawan Arema. Hehehe…tapi untungnya mereka gak lupa nyanyi Indonesia Raya kok.

4. Malaysia = Maling
Final AFF antara Indonesia-Malaysia adalah partai yang lebih panas dari kompor gas. Saat pemain & official malaysia mulai masuk lapangan, tiba-tiba terdengar teriakan maling. Awalnya saya kira ada maling beneran (tapi ngapain maling ayam masuk stadion? lebay banget). Orang-orang yang teriak kok sambil ngacungin jari tengah ke arah lapangan. Ooooo…ternyata teriakan maling itu untuk malaysia toh! (bukan untuk Nurdin Halid juga). Jadilah sepanjang pertandingan teriakan maling berkumandang di stadion GBK. Begitulah nasib bangsa yang suka mengklaim milik orang lain, diteriakin maling deh. Jangan ditiru ya, upin-ipin..

5. Tiba-tiba rusuh, tiba-tiba hening
Partai final ditonton 95 ribu orang, jadi kebayang dong lebih heboh dari kampanye golkar. Tibalah saatnya menyanyikan lagu kebangsaan Malaysia. Jreng..jreng..jreng..belom juga seperempat nada, tiba-tiba suporter merah putih langsung teriak yel-yel “In-do-ne-sia! In-do-ne-sia!”. Gak lupa ada juga yang teriak “Maliiing! Maling!”. Jadilah itu pemutaran lagu kebangsaan paling tidak khidmat sepanjang sejarah Malaysia. Begitu selesai lagu malaysia, sang MC mengumumkan tiba saatnya menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia. Dan…stadion yang tadinya riuh rendah tiba-tiba hening. Tanpa komando! Sulit saya ungkapkan dengan kata-kata tapi…hal itu sungguh..unik bin ajaib. Begitu lagu Indonesia Raya berkumandang, 95 ribu org menyanyikannya dengan khidmat. Dada bergetar. Haru,..bangga…jadi satu. Udah ah, kalo diterusin bisa nangis.


Sumber : http://olahraga.kompasiana.com/bola/2010/12/30/seputar-aff-yang-tidak-semua-orang-tau/

Fakta-fakta di AFF Cup 2010

Berikut adalah fakta yang dihimpun selama piala suzuki AFF 2010 berlangsung:

1.Indonesia adalah peserta yang paling banyak mencetak gol yaitu 17 gol
2.Laos adalah peserta yang paling banyak kebobolan yaitu 13 gol
3.Score terbesar adalah saat Vietnam menghancurkan Myanmar 7-1
4.Di piala AFF tahun 2010 ini mendapat juara baru yaitu Malaysia
5.Di semifinal ada 3 negara yang belum pernah menjadi juara AFF yaitu Indonesia,Malaysia dan Phillipina
6.Indonesia memenangkan 5 kali pertandingan berturut-turut sebelum dikalahkan 0 - 3 oleh malaysia
vs Malaysia = 5 - 1
vs Laos = 6 - 0
vs Thailand = 2 - 1
vs Phillipina {Leg 1} = 1 - 0
vs Phillipina {Leg 2} = 1 - 0
vs Malaysia {Leg 1} = 0 - 3
7.Ada 8 tim yang ikut Piala AFF edisi ke 8 ini
Indonesia, Malaysia, Phillipina, Vietnam, Thailand, Laos, Myanmar, Singapura
8.Ada 3 negara yang menggunakan pemain naturalisasi yaitu indonesia,singapura dan phillipina
9.Malaysia dan Myanmar adalah tim yang menggunakan jasa pelatih lokal yaitu malaysia oleh Raja Gobal dan Myanmar oleh Tin Myint Aung
10.Suporter Malaysia adalah suporter yang tidak sportif , mereka menggunakan laser dan petasan saat bertemu vietnam dan indonesia
11.Di edisi Piala AFF tahun ini Indonesia mendpat dukungan dari beberapa pemain sepakbola dunia seperti Rio Ferdinand, Cesc Fabregas , Ryan Babel melalui akun twitter pribadinya
12.Top Skor adalah Mohammad Saffe Sali dari Malaysia yang mencetak 5 gol dan 3 gol diantaranya ke gawang indonesia.
13.Pemain Terbaik adalah Firman Utina
14.Fair Play Award diberikan kepada PHILLIPINA
15.Selama perhelatan AFF tercipta 51 gol ,65 kartu kuning dan 4 kartu merah
16.Cristian Gonzales pemain yang paling sering kena offside yaitu 10 kali
17.Pemain Tertua adalah Aleksander Duric dari Singapura dengan usia 40 tahun gan,dia lahir 12 Agustus 1970
18.Indonesia merupakan tim paling banyak mencatat kemenangan, yakni dengan 6 kemenangan
19.Tiba-tiba semua pada gila bola ga kenal cewe, cowo, nenek, kakek, dan lainnya
20.Sebagai sumber pembelajaran bagi rakyat Indonesia (banyak yang berubah menjadi bijak padahal sebelumnya senang memaki, leg pertama pada suka maki, abis leg ke 2 eh, pada bijak semua)
21.Toko sport apalagi di FJB di mana pun kebanjiran pelanggan buat beli aksesoris timnas
22.Sejak PIALA AFF , Infotainment, acara musik , berita semuanya jadi rajin ngunjungin timnas, Banyak Warga Indonesia Makin Cinta Sama Tanah airnya yang tadinya biasa aja kini sampe tergila gila
23.Gara gara timnas Indonesia main bagus di AFF , Indonesia jadi trending topic di Twitter , Facebook sama situs jejaring lainya

Sumber : http://www.berita8.com/read/2010/12/30/20/35619/Inilah-Fakta-fakta-di-Piala-Suzuki-AFF-2010

Bahasa Indonesia Di Pelajari oleh 45 Negara Dunia

Bahasa merupakan hal yang sangat penting di dalam melakukan komunikasi. Suatu bangsa akan lebih dikenal, apabila, bahasa nasionalnya menjadi salah satu bahasa yang dipergunakan oleh bangsa lain di dunia.

Walaupun yang paling efektif merubah citra adalah merubah realitas, namun peran budaya dan bahasa Indonesia dalam diplomasi sangat krusial. Tingginya minat orang asing belajar bahasa dan budaya Indonesia harus disambut positif. Kalau perlu, Indonesia menambah Pusat Kebudayaan Indonesia di sejumlah negara, guna membangun saling pengertian dan perbaiki citra .

Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Departemen Luar Negeri Andri Hadi mengemukakan hal itu, ketika tampil pada pleno Kongres IX Bahasa Indonesia, yang membahas Bahasa Indonesia sebagai Media Diplomasi dalam Membangun Citra Indonesia di Dunia Internasional, Jakarta.

“Saat ini ada 45 negara yang ada mengajarkan bahasa Indonesia, seperti Australia, Amerika, Kanada, Vietnam, dan banyak negara lainnya,” katanya. Mengambil contoh, Australia, Andri Hadi menjelaskan, di Australia bahasa Indonesia menjadi bahasa populer keempat. Ada sekitar 500 sekolah mengajarkan bahasa Indonesia. Bahkan, anak-anak kelas 6 sekolah dasar ada yang bisa berbahasa Indonesia.

Untuk kepentingan diplomasi, dan menambah pengetahuan orang asing tentang bahasa Indonesia, menurut Dirjen Informasi dan Diplomasi Deplu ini, modul-modul bahasa Indonesia di internet perlu diadakan, sehingga orang bisa mengakses di mana saja dan kapan saja.


Di samping itu, keberadaan Pusat Kebudayaan Indonesia di sejumlah negara sangat membantu dan penting. Negara-negara asing gencar membangun pusat kebudayaannya, seperti China yang dalam tempo 2 tahun membangun lebih 100 pusat kebudayaan. Sedangkan bagi Indonesia, untuk menambah dan membangun Pusat Kebudayaan terkendala anggaran dan sumber daya manusia yang handal.

Dalam sesi pleno sebelumnya, Kepala Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Dendy Sugono yang berbicara tentang Politik Kebahasaan di Indonesia untuk Membentuk Insan Indonesia yang Cerdas Kompetitif di atas Fondasi Peradaban Bangsa, mengatakan, tuntutan dunia kerja masa depan memerlukan insan yang cerdas, kreatif/inovatif, dan berdaya saing, baik lokal, nasional, maupun global.

Untuk memenuhi keperluan itu, sangat diperlukan keseimbangan penguasaan bahasa ibu (bahasa daerah), bahasa Indonesia, dan bahasa asing untuk mereka yang berdaya saing global, tandasnya.

Dendy Sugono melukiskan, kebutuhan insan Indonesia cerdas kompetitif itu, untuk lokal meliputi kecerdasan spiritual, keterampilan, dan bahasa daerah . Untuk kebutuhan nasional meliputi kecerdasan emosional, kecakapan, dan bahasa Indonesia. Sedangkan untuk global, dibutuhkan kecerdasan intelektual, keunggulan, dan bahasa asing.




Sumber : http://www.dunia-unik.com/2010/11/bahasa-indonesia-dipelajari-oleh-45.html#

Mount Merapi lava: Do not panic, Acting Under Threat

The collapse of the lava dome Geger Boyo on June 14, 2006 caused a hot cloud Gendol River, south-southeast side of Mount Merapi, which claimed two lives. The incident also resulted in piles of 6 million cubic meters of sand, rock and ash. Special ash specifically referred to as pyroclastic deposits.
Since then, the crater G. Merapi is open in the direction S. Gendol. The next crater eruptions besides bringing the threat of hot clouds, also increasing the number of piles of material in S. Gendol. The rainy season, hot cloud of ash deposits will be the lava that may threaten the assets and livelihoods in the groove S. Gendol and S. Opaque.
"The number of materials in Gendol eruption since June 2006 about 10 million cubic meters," said Subandrio, head of section G. Merapi, Central Research and Development Engineering Kegunungapian (BPPTK), Directorate of Volcanology and Geological Hazard Mitigation, Ministry of Mines and Energy. He revealed it in his explanation about the context of threats to community-based preparedness training conducted by community and PSMB UPN "Veteran" Yogyakarta in Petung hamlets, villages Kepuharjo, Cangkringan, Sleman October 24, 2006.
"No need to panic, but must remain vigilant. That is, we must respond to the threat of lava that proportionately, "said Subandrio cautioned. Understandably, since September 2006 proclaimed would happen in S. lava Gendol which will flood the downstream regions. Other news is even mentioning the lava will hit city of Yogyakarta.
Rumors might be manifest of preparedness is to proceed to find the form of concrete. Without understanding the context of the threat of lava which empirical and reasonable risk assessment, the social process of preparedness keblinger a disturbing rumor. Also twisted so easily anticipated action-cost justification is more expensive than the value of its potential risks. Debt again. This is where preparedness so contrary to the goal, to reduce risk.
* * *
In the context of threats G. Merapi, lahars are the type of secondary threat. Primary threat hot clouds. The word lahar originated from Indonesia and has become a worldwide name for the phenomenon of sediment clouds of ash mixed with rain water hot.
Ash mixture with water to form viscous liquid and flows into the lower river follow the flow. Lava flow velocity of about 6 meters per second or between 20 to 30 kilometers per hour. Depending on the slope of the riverbed. The more oblique, the more profusely. The magnitude of flow, speed, and the duration of certain drainage, lahar could erode sand, soil and rocks at the base or the river bank in its path. This scouring material that makes lava become dangerous.
"If the flow is still viscous liquid mixture of ash and water do not bring other materials, it is still lava plain that is not harmful," said Subandrio. So not all the material into lava avalanches of lava domes. Only the ashes only.
The amount of rainfall that could trigger lava between 40 to 70 millimeters for 2 hours continuously. Another factor, the slope of the riverbed is steep. "The terms of the occurrence of lahar (ash content, the slope and the potential for rainfall) in S. Gendol fulfilled all, "said Subandrio. Just waiting for enough rainfall to come, will occur in Gendol lava.
More info on rain triggered lahars, Subandrio explained that average rainfall in the southern slopes of G. Merapi was relatively higher than in the western slope. That way, the sediment hot clouds on the southern slopes, lava chances become greater. According to data BPPTK, 60 percent incidence of lava G. Merapi triggered localized rain or rain on one side of the slope alone. The rest is triggered by rain overall in the region G. Merapi.
Rain early in the season according Subandrio will not cause the lava. At first the rain water will be absorbed by the hot clouds of ash deposits. Subsequently forwarded to the layer of sand and rock underneath. When the bottom layer is water saturated, the rain still continued, hot clouds of ash deposits come saturated and become lava. In low rainfall, rainwater beperan tamp hot clouds of ash deposition and material underneath.
* * *
Although the transport of sand and lava rocks, not necessarily a disaster. Genesis lava in G. Merapi, which impact the final disaster occurred in November 1975 and October 1976. Flow leads to S. Krasak and S. Pabelan on the west-southwest. This area into administrative regions and districts Srumbung Shaman, Magelang regency, Central Java. When the lava causes the bridge S. Krasak heavy damage. Bridge located on the main route overland transportation between Yogyakarta and Magelang.
Lava of 1975 and 1976 was the impact of a major eruption in 1961 that produced the material approximately 42 million cubic meters. Followed by eruption of small-corruption in 1972, 1974, and 1975 are increasingly adding the number of hot clouds of ash sediment, sand and stone. So that it becomes lava in great intensity.
Since the lava of 1975 and 1976, the government keen to build dams controlling the flow of lava-flow of the river is potentially occurred lava. Construction of this dam is a joint Government of Indonesia and Japan. Utangan financed with funds abroad, especially Japan through the Japan International Cooperation Agency (JICA), a Japanese government agency for international cooperation. The responsibility to conduct the construction of dams diampukan Merapi Project (total primary) and Sabo Technical Centre (STC) is the governing body of both the conduct of joint Japan-Indonesia to lava control projects, the scope of the Director General of Irrigation, Ministry of Settlement and Regional Infrastructure. After June 14, 2006, STC's total primary and the construction of 11 dams in controlling lava S. Gendol and S. Opaque. It is estimated that dams will be completed by December 2006 petengahan. SetIP dam unit cost about 3 billion dollars.
"After the 1970's the lava (in intensity, distribution, duration and frequency) that big never happen again in G. Merapi. Because there is no longer the eruption of 1961, "said Subandrio. But he did not declare a massive dam construction as an act of responding to the threat of lava disproportionately, as he stressed at the beginning of his presentation.
What is more important to understand common is the fact that the lava is no longer incident that caused loss of life human. "Since the 1970's there was no human casualties due to lava. If ever there are human victims in the future, meaning we experience a setback, "Subandrio again emphasized. According to past experience lava makes all parties to learn and better understand the character of lava. Besides the socio-political support and technical infrasuruktur better. Yes, mechanisms and its performance is another matter again.
The last lava G. Examples are the lava of Merapi in S. Boyong on the south side entrance Pakem subdistrict, Sleman, Yogyakarta, April 5, 1995. Lahar in S. Boyong a hot cloud deposition 1994. Both lava in S. Apu, on the southwest side in the sub-Selo, Boyolali district, Central Java. Lahar in S. Apu is a material erupted in the 1950s. A few days after the lahar that occurred in mid-August 204, the government held an auction Boyolali district to dredge sand from which accommodated the dam. There are no human casualties in the second incident that lava. Conversely, the advantage of sand and stone to be mined in order to restore the capacity of dams to hold the next lava.
* * *
Historically, lahars have occurred in S. Gendol. According to records BPPTK lava S. Gendol occurred in 1846. Causing damage to approximately 50 hectares of agricultural land. Then in 1906, at the time the activity G. Merapi heading south like today. The last occurred in 1930 until 1932 with the volume flow of about 2.5 million cubic meters.
Now with a volume of 10 million cubic meters of material according to Subandrio still not alarming. Directions to the dominant lava S. Gendol which is still pretty steep cliffs. In other words, S. Gendol still provide enough room to accommodate the flow of lava.
Subandrio also dismissed fears of a lahar in S. Opaque. According to the eruption of material that goes into S. Opaque about 300,000 cubic meters. BPPTK also no historical record of lava in S. Opaque, so that the community surrounding S. Opaque does not need to worry. "Lahar in S. Opaque will only occur if lava in Gendol occur on a scale so large that overflow into S. Opaque. The possibility of overflow is small "he said. Directions to the dominant fixed lava S. Gendol. On the possibility of overflow into S. Subandrio opaque detailing only if half of the material on S. Gendol come flowing together, it might overflow into S. Opaque. "If lava that occurs in S. Normal Gendol S. Opaque safe, "he continued.
River Opak not tipped in peak G. Merapi. This river section adjacent to S. Gendol. In the downstream, S. Opaque shrink the size of the irrigation canal with a settlement on the edge of either side.
* * *
To reduce the risk of lava threat that needs to be done according to Subandrio, the first is a map-making operations. Map includes identification of potential risk and evacuation routes in the region at risk. Map of course risks should be based on an analysis that could be accounted for. Both technically and socially. Second, early warning systems for communities in the area identified at risk. Third disseminating operational maps and early warning systems to communities at risk areas. Dissemination aims mawacanakan threat context, operational maps as well as capturing the idea for the improvement of preparedness concrete forms together.
Sabo Technical Centre has installed sensors to detect lava wire at several dams in S. Gendol. The sensor is a stretch of wire inductor is connected to a transmitter. Wire stretched at a certain height. If touched fluid lava, the wire will trigger the transmitter and the transmitter then sends a warning signal of danger. "Warning lava danger with this kind of sensor may be a little late. Because the new sensors would give a warning when it happens lava "said Subandrio.
According to him, better early warning system was combined with the use of rainfall data and acoustic detection sensors lava. The rainfall data is an early indicator, simple and can be done by the community. He pointed out if rain had occurred for 1 hour, then society must begin to increase alertness. If the rain continues, it may already have taken early action to save.
Acoustic sensor or AFM (acoustic flow meter / monitoring), such a vibration-detection seismo meters lava flow. This technology has been used in S. Boyong and managed to detect the lahar that occurred on April 5, 1995. "Thanks to the AFM in Kaliurang BPPTK officer can give a warning to miners of sand in Boyong so that no human casualties. Only trucks of sand are washed away and buried in mud, "she said.
At the end of his speech, stressed the need for rearrangement Subandrio tourism activities in the hamlet Kaliadem lava. This is to reduce the risk if there is lava. For example, by arranging tours opened early morning and close at 12.00. In the annals of lava, almost 80 percent of lava occurred in the afternoon because of rain usually lasts between 12.00 to 19.00. "So it is restructuring the economy will not turn off the community but a proof of hazard problem also taken into account by the tour organizers," Clearly Subandrio. Hamlet Kaliadem highest settlement on the edge of groove S. Gendol, about 7 kilometers from the peak G. Merapi. Formerly a favorite tourist sites after the Ground. On June 14, 2006 this location was destroyed by hot clouds and lava material that caused two fatalities. Activity tourism economy back on after it opened as a tourist loaksi lava.
In addition, he also stressed the need for simulation for the community and volunteers in the area at risk. With this simulation system of early warning and evacuation operations maps can be proven effective for service together. By doing so, hopes all parties would be more understanding of the mechanisms of action appropriate decision-making context of threats....

Lahar Gunung Merapi: Jangan Panik, Bertindak Sesuai Ancaman

Runtuhnya kubah lava Geger Boyo pada 14 Juni 2006 menyebabkan awan panas di Sungai Gendol, sisi selatan-tenggara Gunung Merapi yang merenggut 2 korban jiwa. Peristiwa itu juga menghasilkan tumpukan 6 juta meter kubik pasir, batu dan abu. Khusus abu disebut secara khusus sebagai endapan awan panas.
Sejak itu pula, kawah G. Merapi terbuka ke arah S. Gendol. Erupsi-erupsi kawah selanjutnya selain mendatangkan ancaman awan panas, juga menambah jumlah tumpukan material di S. Gendol. Musim hujan, abu endapan awan panas akan menjadi lahar yang berpotensi mengancam aset-aset dan kehidupan masyarakat di alur S. Gendol dan S. Opak.
“Jumlah material letusan di Gendol sejak Juni 2006 sekitar 10 juta meter kubik”, ungkap Subandrio, kepala seksi G. Merapi, Balai Penelitian dan Pengembangan Teknik Kegunungapian (BPPTK), Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Departemen Pertambangan dan Energi. Ia mengungkapkan hal itu dalam pemaparannya tentang konteks ancaman pada pelatihan kesiapsiagaan berbasis masyarakat yang diselenggarakan oleh masyarakat dan PSMB UPN “Veteran” Yogyakarta di dusun Petung, desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman 24 Oktober 2006.
“Tidak perlu panik, tapi harus tetap waspada. Artinya, kita harus menanggapi ancaman lahar itu secara proporsional,” lanjut Subandrio mewanti-wanti. Maklum, sejak September 2006 tersiar kabar akan terjadi lahar di S. Gendol yang akan membanjiri kawasan hilir. Kabar lain bahkan menyebutkan lahar akan menerjang kota Yogyakarta.
Rumor itu boleh jadi manifes dari kesiapsiagaan yang sedang berproses menemukan bentuk konkritnya. Tanpa pemahaman konteks ancaman lahar yang empirik dan pengkajian risiko yang masuk akal, maka proses sosial kesiapsiagaan keblinger menjadi rumor meresahkan. Juga mudah dipelintir jadi pembenar tindakan antisipasi berbiaya lebih mahal dari nilai risiko potensialnya. Utang lagi. Di sinilah kesiapsiagaan jadi berlawanan dengan tujuannya, mereduksi risiko.
* * *
Dalam konteks ancaman G. Merapi, lahar adalah jenis ancaman sekunder. Ancaman primernya awan panas. Kata lahar berasal dari Indonesia dan telah jadi sebutan mendunia bagi fenomena tercampurnya abu endapan awan panas dengan air hujan.
Campuran abu dengan air membentuk cairan kental dan mengalir ke tempat lebih rendah mengikuti alur sungai. Kecepatan aliran lahar sekitar 6 meter per detik atau antara 20 hingga 30 kilometer per jam. Tergantung kemiringan dasar sungai. Makin miring, makin deras. Dalam besaran jumlah aliran, kecepatan dan lama waktu pengaliran tertentu, lahar mampu menggerus pasir, tanah dan bebatuan di dasar atau tebing sungai yang dilaluinya. Material gerusan ini yang membuat lahar menjadi berbahaya.
“Kalau yang yang mengalir masih cairan kental campuran abu dan air belum membawa material lain, itu masih lahar biasa yang tidak membahayakan,” jelas Subandrio. Jadi tidak semua material longsoran kubah lava menjadi lahar. Hanya abunya saja.
Besaran curah hujan yang bisa memicu lahar antara 40 sampai 70 milimeter selama 2 jam terus menerus. Faktor lainnya, kemiringan dasar sungai cukup terjal. “Syarat-syarat terjadinya lahar (kandungan abu, kemiringan dan potensi curah hujan) di S. Gendol terpenuhi semua,” jelas Subandrio. Tinggal menunggu datang curah hujan yang cukup, akan terjadi lahar di Gendol.
Lebih jauh tentang hujan pemicu lahar, Subandrio menjelaskan bahwa rerata curah hujan di lereng selatan G. Merapi relatif lebih tinggi dibanding di lereng barat. Dengan begitu, endapan awan panas di lereng selatan, peluangnya menjadi lahar lebih besar. Menurut data BPPTK, 60 persen kejadian lahar G. Merapi dipicu hujan yang bersifat lokal atau hujan di satu sisi lereng saja. Selebihnya dipicu oleh hujan menyeluruh di kawasan G. Merapi.
Hujan pada awal-awal musim menurut Subandrio belum akan menyebabkan lahar. Awalnya air hujan akan diserap oleh abu endapan awan panas. Selanjutnya diteruskan ke lapisan pasir dan batu dibawahnya. Ketika lapisan bawah sudah jenuh air, hujan masih terus terjadi, abu endapan awan panas ikut jenuh dan menjadi lahar. Pada curah hujan yang rendah, air hujan beperan memadatkan abu endapan awan panas dan material di bawahnya.
* * *
Sekalipun lahar mengangkut pasir dan bebatuan, tidak serta-merta menjadi bencana. Kejadian lahar di G. Merapi yang dampaknya menjadi bencana terakhir terjadi pada Nopember 1975 dan Oktober 1976. Alirannya mengarah ke S. Krasak dan S. Pabelan di sisi barat-barat daya. Kawasan ini masuk wilayah administratif kecamatan Srumbung dan Dukun, kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Ketika itu lahar menyebabkan jembatan S. Krasak mengalami kerusakan berat. Jembatan berada di jalur utama transportasi darat antara Yogyakarta dan Magelang.
Lahar tahun 1975 dan 1976 itu merupakan dampak letusan besar tahun 1961 yang menghasilkan material sekitar 42 juta meter kubik. Disusul erupsi-rupsi kecil tahun tahun 1972, 1974, dan 1975 yang kian menambah jumlah abu endapan awan panas, pasir dan batu. Sehingga menjadi lahar dalam intensitas besar.
Sejak lahar tahun 1975 dan 1976 itu, pemerintah giat membangun dam-dam pengendali lahar di alur-alur sungai yang berpotensi terjadi lahar. Pembangunan dam ini merupakan kerjasama pemerintah Indonesia dan Jepang. Dibiayai dengan dana utangan luar negeri, terutama Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) sebuah lembaga kerjasama internasional pemerintah Jepang. Tanggungjawab pelaksanan pembangunan dam diampukan ke Proyek Merapi (PROMER) dan Sabo Technical Centre (STC) keduanya adalah badan pelaksanan kerjasama Jepang-Indonesia untuk proyek-proyek pengendalian lahar, di lingkup Direktur Jenderal Pengairan, Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah. Setelah 14 Juni 2006, PROMER dan STC melakukan pembangunan 11 dam pengendali lahar di S. Gendol dan S. Opak. Diperkirakan dam-dam itu akan selesai pada petengahan Desember 2006. Setip unit dam menelan biaya sekitar 3 milyar rupiah.
“Setelah tahun 1970-an itu lahar (dalam intensitas, sebaran, durasi dan frekuensi) yang besar tidak pernah terjadi lagi di G. Merapi. Karena memang tidak ada lagi letusan sebesar 1961,” jelas Subandrio. Tetapi ia tidak menyatakan pembangunan dam besar-besaran itu sebagai tindakan menanggapi ancaman lahar secara tidak proporsional, sebagaimana ia tegaskan di awal pemaparannya.
Yang lebih penting untuk dipahami bersama adalah fakta bahwa tidak lagi kejadian lahar yang menyebabkan korban nyawa manusia. “Sejak tahun 1970-an tidak ada korban manusia akibat lahar. Kalau sampai ada korban manusia di masa mendatang, berarti kita mengalami kemunduran,” Subandrio kembali menegaskan. Menurutnya pengalaman lahar masa lalu menjadikan semua pihak belajar dan lebih memahami karakter lahar. Disamping dukungan infrasuruktur sosial politik dan teknis yang lebih baik. Betul, mekanisme dan kinerjanya adalah soal lain lagi.
Lahar terakhir di G. Merapi yang dicontohkannya adalah lahar di S. Boyong di sisi selatan masuk kecamatan Pakem, Sleman, Yogyakarta pada 5 April 1995. Lahar di S. Boyong merupakan endapan awan panas 1994. Kedua lahar di S. Apu, di sisi barat daya di wilayah kecamatan Selo, kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Lahar di S. Apu ini merupakan material erupsi tahun 1950-an. Beberapa hari setelah lahar yang terjadi di pertengahan Agustus 204 itu, pemerintah kabupaten Boyolali menyelenggarakan lelang untuk mengeruk pasir dari yang tertampung di dam. Tidak ada korban manusia dalam kedua kejadian lahar itu. Sebaliknya, keuntungan berupa pasir dan batu untuk ditambang demi mengembalikan daya tampung dam menahan lahar selanjutnya.
* * *
Dalam sejarahnya, lahar juga pernah terjadi di S. Gendol. Menurut catatan BPPTK lahar S. Gendol terjadi tahun 1846. Menyebabkan kerusakan sekitar 50 hektar lahan pertanian. Kemudian tahun 1906, pada saat itu aktifitas G. Merapi mengarah ke selatan seperti saat ini. Terakhir terjadi tahun 1930 sampai 1932 dengan volume aliran sekitar 2,5 juta meter kubik.
Kini dengan volume material 10 juta meter kubik menurut Subandrio masih belum mengkhawatirkan. Arah dominan lahar akan ke S. Gendol yang tebingnya masih cukup curam. Dengan kata lain, S. Gendol masih menyediakan ruang yang cukup untuk menampung aliran lahar.
Subandrio juga menepis kekhawatiran terjadinya lahar di S. Opak. Menurutnya material letusan yang masuk ke S. Opak sekitar 300.000 meter kubik. BPPTK juga tidak ada catatan sejarah lahar di S. Opak, sehingga masyarakat sekitar S. Opak tidak perlu khawatir. “Lahar di S. Opak hanya akan terjadi jika lahar di Gendol terjadi dalam skala terlalu besar sehingga meluap ke S. Opak. Kemungkinan luapan ini kecil” katanya. Arah dominan lahar tetap ke S. Gendol. Tentang kemungkinan luapan ke S. Opak Subandrio merincikan hanya jika separuh material di S. Gendol ikut mengalir bersamaan, mungkin akan meluap ke S. Opak. “Kalau lahar yang terjadi di S. Gendol normal saja S. Opak aman,” lanjutnya.
Sungai Opak tidak berhulu di puncak G. Merapi. Bagian hulu sungai ini berdekatan dengan S. Gendol. Di hilir, S. Opak mengecil seukuran saluran irigasi dengan permukiman di tepi kanan kirinya.
* * *
Untuk mereduksi risiko ancaman lahar yang perlu segera dilakukan menurut Subandrio, pertama adalah pembuatan peta operasional. Peta meliputi indentifikasi potensi risiko dan jalur-jalur evakuasi di kawasan berisiko. Peta risiko tentu saja harus didasarkan pada analisis yang bisa dipertanggungjawabkan. Baik secara teknis dan sosial. Kedua, sistem peringatan dini bagi masyarakat di kawasan yang diidentifikasikan berisiko. Ketiga mendiseminasikan peta operasional dan sistem peringatan dini kepada masyarakat kawasan berisiko. Diseminasi ini bertujuan mawacanakan konteks ancaman, peta operasional sekaligus menjaring gagasan untuk perbaikan bentuk konkrit kesiapsiagaan bersama.
Sabo Technical Centre telah memasang sensor kawat untuk mendeteksi lahar di beberapa dam di S. Gendol. Sensor ini berupa bentangan kawat induktor yang terhubung ke sebuah pemancar. Kawat dibentangkan pada ketinggian tertentu. Jika tersentuh cairan lahar, kawat akan memicu pemancar dan selanjutnya pemancar mengirimkan sinyal peringatan bahaya. “Peringatan bahaya lahar dengan sensor semacam ini mungkin akan sedikit terlambat. Karena sensor baru akan memberi peringatan kalau sudah terjadi lahar” kata Subandrio.
Menurutnya, lebih baik sistem peringatan dini itu dipadukan dengan penggunaan data curah hujan dan sensor akustik pendeteksi lahar. Data curah hujan merupakan indikator awal, sederhana dan bisa dilakukan oleh masyarakat. Ia mencontohkan jika hujan telah terjadi selama 1 jam, maka masyarakat harus mulai meningkatkan kewaspadaan. Jika hujan berlanjut, mungkin sudah perlu diambil tindakan awal penyelamatan.
Sensor akustik atau AFM (accoustic flow meter/monitoring), semacam seismo meter pendeteksi getaran aliran lahar. Teknologi ini pernah digunakan di S. Boyong dan berhasil mendeteksi lahar yang terjadi pada 5 April 1995. “Berkat AFM petugas BPPTK di Kaliurang bisa memberi peringatan kepada penambang pasir di Boyong sehingga tidak ada korban manusia. Hanya truk-truk pengangkut pasir saja yang hanyut dan terbenam lumpur,” kisahnya.
Diakhir pemaparannya, Subandrio menekankan perlunya penataan ulang aktifitas wisata lava di dusun Kaliadem. Hal itu untuk mengurangi risiko jika terjadi lahar. Misalnya dengan mengatur wisata dibuka pagi hari dan ditutup pukul 12.00. Dalam catatan sejarah lahar, hampir 80 persen lahar terjadi pada sore hari karena hujan umumnya berlangsung antara pukul 12.00 hingga 19.00. “Jadi penataan ulang itu tidak akan mematikan perekonomian masyarakat tetapi jadi bukti masalah bahaya juga diperhitungkan oleh penyelenggara wisata,” Jelas Subandrio. Dusun Kaliadem permukiman tertinggi di tepi alur S. Gendol, sekitar 7 kilometer dari puncak G. Merapi. Dulunya lokasi wisata favorit setelah Kaliurang. Pada 14 Juni 2006 lokasi ini hancur diterjang awan panas dan material lava yang menyebabkan 2 korban jiwa. Aktifitas ekonomi wisata kembali aktif setelah loaksi ini dibuka sebagai wisata lava.
Selain itu ia juga menekankan perlunya simulasi bagi masyarakat dan relawan di kawasan berisiko. Dengan simulasi ini sistem peringatan dini dan peta operasional evakuasi dapat dibuktikan efektifitasnya untuk diperbaiki bersama. Dengan begitu, harapannya semua pihak menjadi lebih paham tentang mekanisme pengambilan keputusan tindakan yang sesuai konteks ancaman.